Anton Apriantono, Menteri Termiskin di Kabinet Indonesia Bersatu. Ke Daerah, dengan Tiket Ekonomi, Nginap di Rumah Petani. Di Kabinet Indonesia Bersatu, Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono dijuluki sebagai menteri termiskin. Sebab, berdasar laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaannya “hanya” Rp 388.936 juta. Bagaimana kesehariannya?
RIDLWAN HABIB, Jakarta
Bikin janji untuk bertemu Anton Apriantono tidak terlalu sulit. Di antara menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu, pria yang lama menjadi dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) itu termasuk yang paling mudah dihubungi melalui ponselnya.
Kemarin sore, Jawa Pos diberi kesempatan bertamu di rumah Anton di kompleks perumahan dinas para menteri, tepatnya di Jl Widya Chandra V. Begitu masuk ke halaman rumahnya, seorang petugas keamanan dengan tulisan nama Sukim di dadanya ramah mempersilakan masuk. “Cari Bapak ya, silakan langsung saja ke ruang tamu,” ujarnya.
Halaman depan rumah dinas Anton tampak bersih. Aneka tanaman hias disusun rapi dalam pot yang berisi tanah liat. Tidak ada tanaman perindang besar, kecuali sebuah palem kipas yang ditanam di pojok pagar. Berbeda dari rumah menteri lainnya, di garasi rumah Anton, hanya ada dua mobil yang diparkir. Yakni, Kijang abu-abu keluaran 1994 dan mobil dinas rumah dinas menteri-menteri lain yang, selain berisi mobil dinas, terdapat beberapa mobil lain keluaran terbaru.
“Assalamu ‘alaikum, apa kabar?” kata Anton ramah yang muncul dari ruang tengah. Pria kelahiran 5 Oktober 1959 tersebut muncul dengan kemeja lengan panjang bercorak garis-garis. “Hari ini banyak tamu. Maklum, masih suasana Idul Fitri,” ujarnya. Dia menceritakan, selama Lebaran, keluarganya lebih banyak berada di Jakarta . Hanya hari pertama keluarganya berkunjung ke Serang dan Bogor ,Jawa Barat.
Pada awal pembicaraan, dia lebih banyak menceritakan tentang kesibukannya sebagai menteri, sehingga waktu untuk keluarga berkurang. “Karena itu, setiap di rumah, saya manfaatkan betul untuk keluarga. Rasanya sih mereka tidak pernah mengeluh,” ungkapnya. Sejak menjadi menteri, Anton memboyong keluarganya tinggal di rumah dinas. Rumahnya di Bogor dibiarkan kosong. Di tengah mengobrol dengan Jawa Pos, putri tunggalnya, Sri Rahayu, masuk membawa secangkir teh. “Silakan diminum. Kebetulan, saat ini saya sedang puasa Syawal,” kata menteri yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Ketika disinggung seputar kekayaannya berdasar LHKPN dan diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia hanya tersenyum. “Saya bersyukur dianggap begitu (disebut menteri termiskin). Pokoknya, kalau dibandingkan menteri lain, nggak mungkin bisa ngejar, apalagi sama Pak Ical (Menko Kesra Aburizal Bakrie yang dijuluki sebagai menteri terkaya dalam kabinet SBY, Red),” ujarnya lantas tertawa. Dia menjelaskan, sejak menjadi dosen dan kepala laboratorium di IPB, Anton terbiasa menabung. Hasilnya, dia mampu membeli aset berupa tanah di Bogor .
Kegemaran berhemat itu diteruskan sampai sekarang. “Sebagian berasal dari gaji dan uang perjalanan ke luar negeri. Itu pun sudah berlebih,” tegasnya. Suami Rossi Rozzana tersebut mengaku, kehidupannya saat masih menjadi dosen sudah cukup. “Apalagi sekarang, apa sih yang mau kita kejar? Makan saja tak lebih dari sepiring,” katanya. Sebagai menteri, dia mengaku digaji Rp 19 juta per bulan. Selain dari gaji, pendapatan Anton diperoleh dari honor menjadi narasumber di seminar. Sebelum menjadi menteri, dia memang sering diundang sebagai ahli di bidang kimia pangan. “Tapi, honorarium dari seminar biasanya dikelola staf,” jelasnya. Menurut doktor lulusan University of Reading , Inggris, tersebut, kunci perbaikan departemen yang dipimpinnya bermula dari diri sendiri.
“Kalau pemimpin tak bisa jadi uswah (teladan, Red), jangan berharap anak buah mengikuti,” ujarnya. Anton lantas mencontohkan saat dirinya melakukan perjalanan dinas ke daerah menggunakan pesawat. Dia tidak pernah mau naik kelas bisnis. Dia selalu minta diberi tiket ekonomi. Demikian pula ketika harus menginap di suatu daerah. Anton tidak pernah mau diinapkan di hotel berbintang lebih dari tiga. “Kalau menterinya (pakai) ekonomi, anak buahnya nggak ada yang berani (di kelas) bisnis,” ungkapnya lantas tersenyum.
Menurut dia, budaya Orde Baru, yakni daerah harus selalu menyambut pejabat pusat dengan servis VVIP, harus dikikis habis. “Saya lebih suka menginap di rumah petani daripada di hotel. Mereka itu orang yang apa adanya. Tidak ada yang dibuat-buat, ” tegasnya. Dia lantas menceritakan pengalamannya ketika menginap di rumah salah seorang petani di Karawang. “Saat itu, atap rumahnya sudah mau roboh,” katanya seraya tersenyum lebar. Anton mengaku, saat ini dirinya sedang memperjuangkan budaya keterbukaan didepartemen yang dipimpinnya. Salah satu contohnya, nomor HP-nya terbuka bagiseluruh anak buahnya. Termasuk, pegawai dan penyuluh lapangan di daerah. “Dari mereka, saya bisa tahu keluhan di lapangan. Termasuk, jika ada laporan korupsi, langsung saya minta ditindaklanjuti oleh Irjen (inspektorat jenderal, Red),” jelasnya.
Dia juga sering mengajak anak buahnya outbound (training di alam). “Kalau dialam, perilaku aslinya terlihat,” ujarnya. Dua minggu sekali, dia menggelar rapat pimpinan yang diakhiri dengan masing-masing saling memberi nasihat. “Jadi, kalau tidak sesuai dengan yang diomongkan, orangnya malu,” katanya. Kesederhanaan tersebut Anton diakui sekretaris pribadinya, Dr Abdul Munif. “Saya sampai malu karena bapak sering ngotot pakai kelas ekonomi saat kunjungan ke daerah. Kadang-kadang, sampai saya akali dengan mengatakan tiket ekonomi sudah habis,” ungkapnya. Alumnus Bonn University , Jerman, yang mendampingi Anton sejak sebelum menjadi menteri itu mengaku, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kehormatan Anton sebagai menteri. “Itu kalau kebetulan sedang bersama menteri lain atau ada tamu dari luar negeri. Kalau berangkat sendiri, hampir selalu ekonomi,” jelasnya.
Saat mengunjungi daerah, Munif mengaku banyak pejabat dan bupati yang heran mengetahui kebiasaan Anton. “Awalnya, mereka (bupati dan pejabat daerah) heran. Tapi, dua tahun ini sudah biasa. Mereka malah berterima kasih,” ujarnya. Dia menyatakan, satu hal yang paling berkesan adalah perhatian Anton kepada anak buah. Di antaranya, Anton selalu mengingat nama dan kebiasaan-kebiasaan kecil stafnya. “Beliau tak risi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun atau memberikan bantuan ketika ada yang punya gawe,” ungkapnya. (*)
Subhanalloh, pemimpin seperti inilah yang sepatutnya kita contoh. Meskipun punya jabatan tapi tetap hidup sederhana, tidak ada gengsi-gengsian dimana kebanyakan pemimpin-pemimpin di negara kita identik dengan kehidupan yang glamor. Yang diutamakan adalah bagamana amanah yang dembannya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Sumber : dari teman
)I( )I( )I(

30 Oktober, 2008 at 10:43 am
saya merasa sangat berbahagia dan bangga ternyata Indonesia masih memiliki putra bangsa yang begitu bersahaja. seharusnya para pemimpin kita banyak belajar dari Pak Anton.Mudah-mudahan negeri ini akan berubah jadi lebih baik.
30 Oktober, 2008 at 10:46 am
kalo gak salah saya pernah baca di tarbawi..(udah lama juga sih…)
30 Oktober, 2008 at 10:52 am
menteri yang seperti ini harus dipertahankan dan menjadi contoh bagi menteri2 lainnya..
TERUTAMA untuk menteri yang PALING KAYA itu.
30 Oktober, 2008 at 11:43 am
alhamdullila,aduh senang banget dengar nya ada mentri yg hidup nya bs jd panutan rakyat banyak,saya banga sekali punya mentri seperti pak anton,mudah2an pak anton bisa jadi suri tauladan juga buat mentri yg laen.
30 Oktober, 2008 at 1:30 pm
Betul saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin seperti ini, walaupun sangat sulit ditemukan ataupun termasuk makhluk langka, tapi kita harus tetap optimis karena “harapan itu masih ada”..
Terimakasih atas kunjungan Mba Elly Sumantri, Mba Dytiarti88, Mas mnrp dan Mba Helena (maaf klo salah sebut panggilan)
Semoga dari kisah Pak Anton kita bisa belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang amanah, benar-benar melayani rakyat bukan malah dilayani oleh rakyat..
30 Oktober, 2008 at 2:22 pm
inilah mungkin salah satu, tanda2 indonsia akan maju. berjuang terus pak menteri,….jangan berhenti dakwah,….
30 Oktober, 2008 at 2:38 pm
semoga mas ubbaid… amien
30 Oktober, 2008 at 2:47 pm
Makhluk langka di jaman yang sudah rusak begini. Ayo Pak Menteri, tetap istiqomah! Moga jadi inspirasi bagi orang lain
30 Oktober, 2008 at 4:17 pm
salut dan suskes dan perlu dilestarikan keberadaannya ..kita angkat saja beliau menjadi calon presiden besok…
30 Oktober, 2008 at 4:19 pm
mudah2an tambah banyak menteri yang seperti ini
30 Oktober, 2008 at 4:31 pm
Ami..n terima kasih kunjungannya mas ridwan dan mas fetro
30 Oktober, 2008 at 5:26 pm
Amin dan mudah mudahan banyak mentri yang bisa mengambil contoh seperti ini.
30 Oktober, 2008 at 5:34 pm
gud..gud…gud….
30 Oktober, 2008 at 6:14 pm
luar biasa.. numpank nge-link
30 Oktober, 2008 at 7:31 pm
ternyata pak anton seorang menteri yang berjiwa rakyat. semoga lebih ramai menteri sebegini dalam memperjuangkan dan memahami masalah rakyat bawahan. Di malaysia, hanya tuan guru nik aziz iaitu menteri besar kelantan yang mempunyai sifat sebagaiman pak anton.
30 Oktober, 2008 at 8:00 pm
wah.. Inilah contoh mentri yang sesungguhnya, bener bener menjalankan tugas dengan baik tanpa korupsi dan korupsi..
30 Oktober, 2008 at 8:15 pm
Nah menteri yang kayak gini yang harus memimpin semua departemen di kabinet..
30 Oktober, 2008 at 8:56 pm
teladan. kita rindu yg spt ini
30 Oktober, 2008 at 9:00 pm
Teruskan perjuangan mu pak, jangan tercemar virus korupsi dari teman2 sejawat anda.
30 Oktober, 2008 at 10:29 pm
2009….
ditunggu the next Pak Antons (mudah2n banyk) + kinerja yang mumpuni
30 Oktober, 2008 at 10:43 pm
Ya Allah kuatkan Pak Anton dari kesilauannya terhadap dunia,biarkan ia menjadi inspirasi bagi bangsa ini.Amin….
30 Oktober, 2008 at 10:46 pm
aku copy di blogku mas ijin ya, soale aku muride ingin bangga juga. Yg aku kenal beliau memang sangat sederhana, tapi ilmunya weleh..weleh. patut kita contoh.
salam,
ahartoyo
duniapangankita.wordpress.com
31 Oktober, 2008 at 12:32 am
Seandainya para pengayom masyarakat di negeri kita ini seperti beliu, mungkin rakyat bisa tenang dan saling support. Subhanallah.
31 Oktober, 2008 at 1:11 am
urang satuju ku kang dansus88, tapi sayangnya bangsa ini lebih mementingkan popularitas….
31 Oktober, 2008 at 5:51 am
Lah ya itu… seharusnya orang yg jd mentri tu orang yg biasa2 aja, namun berkualitas.
bukan orang kaya yg bisa beli jabatan
31 Oktober, 2008 at 7:19 am
punya blog ga yah ?
kalo punya saya ingin tahu blog nya
31 Oktober, 2008 at 7:26 am
Salam
seandainya semua bisa minimal bersikap begitu, Indonesia akan sejahtra deh
31 Oktober, 2008 at 7:42 am
Walaupun dia termiskin diantara para menteri, tapi dia masih kaya dibandingkan rakyat Indonesia pada umumnya.
Walau bagaimanapun saya salut pada Bapak Menteri ini, Beliau memberikan keteladanan.
31 Oktober, 2008 at 8:19 am
kita tunggu anggota kabinet yang lain ngikuti jejak
Pak Anton Apriantono.
Baru ni PKS nggak salah Pilih
31 Oktober, 2008 at 8:24 am
salut saya sama pak mentri anton. Kalo pak Anton maju di pilpres, pasti saya VOTE for Pak ANTON!!!!
Pemimpin yang seperti ini yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Karena saat ini, bangsa kita kayaknya sudah krisis teladan dari pemimpin.
@pokona,
pak mentri sibuk ngurus petani, jadi ndak sempat bikin blog..
31 Oktober, 2008 at 8:26 am
@gipsilinux,
pak mentri memang kaya dibandingkan rakyat indonesia umumnya, tapi tidak memperkaya diri sendiri, kayak yg lainnya..
Salut buat pak Anton
31 Oktober, 2008 at 8:27 am
Buat mas pokona, punya blog apa ga, saya blm tahu tapi beliau punya website http://antonapriyantono.com yg berisi seputar kiprahnya di Deptan
Terima kasih kunjungannya.. buat mas pokona, mba nenyok dan mba gipsylinux (maaf lg klo salah sebut)
31 Oktober, 2008 at 8:55 am
salut dech buat pak mentri
31 Oktober, 2008 at 9:36 am
@gipsylinux
wajar dong kekayaannya segitu, kan sebelumnya dia dosen IPB. Gaji dosen kan lumayan, ditambah honor2 dari seminar. Sepertinya pantas kok tabungannya segitu, apalagi mengingat gaya hidup sederhananya.
31 Oktober, 2008 at 9:53 am
Sebaiknya Pak mentri kita ini dijadikan Presiden Indoensia.
31 Oktober, 2008 at 10:03 am
kekayaannya “hanya” Rp 388.936 juta, duit segitu kok di bilang Miskin….:)
31 Oktober, 2008 at 10:10 am
Arti syukur yang sebenarnya seperti itu, merasa cukup dengan yang telah dimilikinya padahal beliau sanggup memiliki yang lebih dengan kapasitasnya seperti sekarang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya bagi pak Mentri dan keluarganya.
31 Oktober, 2008 at 11:00 am
Menteri yg patut dicontoh….berharap semua pemimpin bisa seperti ini…….
31 Oktober, 2008 at 11:12 am
mas Abu… judulnya kan termiskin di Kabinet Indonesia bersatu…. Tp ‘ala kulli hal, pola hidup sederhananya dala mmenjabat sebag menteri patut kita contoh..
31 Oktober, 2008 at 11:29 am
saya jadi ingat cerita teman saya beberapa bulan yang lalu. ketika dia Umroh kebetulan bertemu dengan Pak Menteri ini..dan kata dia benar2 tidak nampak sebagai seorang menteri. waktu itu katanya beliau sedang mondar-mandir sendirian tanpa seorang pengawalpun kemudian duduk di sebelah teman saya…hhmm sekelas menteri dengan pola dan gaya hidup seperti itu di era seperti ini..semoga dapat terus memimpin negeri ini…
31 Oktober, 2008 at 11:33 am
saya sebagai anak bangsa patut menghormati segala perjuangan pak menteri. dan bangga sekali karena indonesia ini memiliki seorang menteri yang patut untuk di contoh.
31 Oktober, 2008 at 11:39 am
@Abu
Miskin itu kan relatif…
Oya, patut dicontoh tuh…
31 Oktober, 2008 at 11:43 am
Ukuran kepuasan manusia memang berbeda-beda. Uang memang dibutuhkan, namun bukan sebagai alat ukur.
31 Oktober, 2008 at 11:46 am
ya seperti itulah Nabi Muhammad mengajar beliau! salut dan semoga tetap istiqomah
31 Oktober, 2008 at 11:55 am
hemmm
31 Oktober, 2008 at 12:00 pm
contoh yang patut diteladani, terutama untuk yang muda2. semoga makin banyak pemimpin yang mau bersikap seperti ini.
31 Oktober, 2008 at 12:43 pm
harusnya preseidennya juga mencontoh beliau… apalagi pakde ucup dan paklik ical itu –
31 Oktober, 2008 at 1:31 pm
kalau mentri ini bisa jdi calon president kita…
pasti akan aq pilih duluan…hehe
31 Oktober, 2008 at 1:53 pm
sebenarnya pak anton bagus kalo jadi presiden RI, bakal banyak yang pilih, meski kampanyenya nda muluk2.
masalahnya adalah org2 seperti ini yg low profile biasanya memang tidak mau dipaksa-paksa jadi pejabat, apalagi jadi presiden.
syukur kmrn pak anton terima dijadikan menteri. smg bisa bertahan dan tetap memberi teladan ya pak.
31 Oktober, 2008 at 2:17 pm
Uswatun hasanah, semoga diikuti dengan karya nyata berupa swasembada pangan dan makin sejahteranya kehidupan para petani. Karena hidup sederhana saja dan jujur tidak cukup. Ayo pak menteri, tunjukkan kinerja yang hebat, Bapak pasti bisa.
31 Oktober, 2008 at 2:22 pm
betul Pa dsusetyo, jd inget bapak saya d kampung yang jadi petani… dengan pemimpin yang amanah insya Alloh petani bisa sejahtera..
31 Oktober, 2008 at 2:29 pm
pak anton dengan gaji 19 juta. tanya para petani berapa hasil mereka saat panen? kadang tak ada untungnya….
semoga pak anton juga mau berbagi ya…
31 Oktober, 2008 at 2:30 pm
Mas, aq numpang ijin copy di Blog demi kepentingan dakwah. http://oyonghairudin.wordpress.com
31 Oktober, 2008 at 3:11 pm
@Abu
Baca dulu donk judulnya…
31 Oktober, 2008 at 3:58 pm
Menurut saya total kekayaannya “hanya” Rp 388.936 juta bagi Bpk Anton sbg menteri, dosen dan honor dari narasumber dari seminar dinilai masih wajar. (maaf) dari pada hanya sekalas camat, walikota, bupati dengan total kekayaan milliaran yg “mungkin” hanya mengandalkan gaji doang.
PEACE ah
31 Oktober, 2008 at 5:01 pm
Subhanallah…
inilah salah satu pahlawan indonesia yang sebenarnya !!!
31 Oktober, 2008 at 7:10 pm
kren
31 Oktober, 2008 at 7:56 pm
wah…. bener2 bersahaja….
coba dong di review juga keseharian pak ical
31 Oktober, 2008 at 8:20 pm
http://Www...
Kalo saya blogger termiskin di dunia…
Pak Anton, maju terus!
Pak Abu, jangan nyinyir!
31 Oktober, 2008 at 8:33 pm
semoga saja yang laen bisa meniru….
31 Oktober, 2008 at 9:00 pm
semoga tetap istiqomah ya nih pak menteri …
31 Oktober, 2008 at 11:32 pm
Beliau melaksanakan kewajiban dan menerima haknya tanpa mengambil haknya orang lain. Mudah-mudahan beliau gak neko-neko dan lolos dari godaan setan. Mudahan juga beliau sempat melihat blog kami :
http://iwanmalik.wordpress.com
he…he…hee.
1 November, 2008 at 12:10 am
semoga semakin banyak pemimpin yang seperti beliau
1 November, 2008 at 12:53 am
Sungguh menteri yang langka….
mungkin ada menteri atau pejabat negara yang mau nyusul???? mungkin ada nominasi menteri yang menyumbangkan kekayaannya kepada rakyat terbesar atau terkecil…..
hehehehe…
1 November, 2008 at 2:30 am
baguslah……
semoga ini benar adanya tidak dibuat2…..
1 November, 2008 at 7:43 am
Berarti Bpk. Anton seseorang yang telah mengerti dan melaksanakan hakikat kehidupan di dunia.
Yang seperti ini yang suliit.
Kebanyakan dari kita ‘kan hanya mengerti…
Yang keterlaluan tentu saja yang tidak mengerti hakikatnya. Pernah juga baca Presiden Iran yang bersahaja di:
http://catatanmuslim.wordpress.com/2008/10/16/aneh-tapi-nyatamasih-ad-presiden-yg-seperti-ini/
1 November, 2008 at 7:56 am
masa depan bangsa seharusnya berada di bawah orang-orang yang kayak gini, hhhehe—
cahyo pak anton
1 November, 2008 at 8:12 am
Masih ada manusia normal dizaman edan ini !!! subhanallah
1 November, 2008 at 9:09 am
berbuat baikpun pasti ada yang mencela, apalagi berbuat salah, so teruskan pak anton tauladan ini, agar menjadi contoh bagi menteri2 dan pejabat lainnya…
paling tidak, kasat matapun melihat, pak anton sudah memperlihatkan kepada kita bagaimana akhlaq seorang pemimpin…
salam
1 November, 2008 at 9:21 am
Salut dan bangga sekali saya sama orang ini.
1 November, 2008 at 10:41 am
memang jabatan (seharusnya) bukan sarana untuk mencari kekayaan
1 November, 2008 at 12:05 pm
luaar biasa pak Anton. Sungguh menjadi teladan bagi semua pejabat pemerintahan.Sukses selalu pak Anton!
1 November, 2008 at 12:42 pm
Wah sy sngt salut Pak Anton..
Anda bnr2 membuktikan bhw kekayaan tu tdk hny diukur dr materi tok, tp yg lbh pnting bagaimana kita menginspirasi bnyk org dg keadaan kita yg positif, itu sdh lbh dr sbrp pun materi yg kita miliki.
Tuhan Memberkati
1 November, 2008 at 1:11 pm
Sae tah pa mentri, 10 we anu siga bapak mamur sigana rakyat teh. punten ngangge sunda da abdi mah orang sunda asli.
1 November, 2008 at 1:31 pm
Nah, kalo gitu teladanilah saya sbg blogger termiskin, agar RBI (republik blogger indonesia) sejahtera, hihihi….
Buat kan Abid:
abdi gé urang sunda, ngan tiasa nyarios basa indonesia… Nepangkeun!
1 November, 2008 at 1:39 pm
alhamdulillah kalau masih ada mentri kayak pak Anton, (jangankan mentri yang tamu2 dari pusat ajah selalunya mau dikasih pelayanan prima…gak tau apa kalau kita di UPT daerah gak punya dana…)semoga masih banyak bapak Anton yang lainnya..tetap istiqomah yah pak….
1 November, 2008 at 2:17 pm
Sebuah tauladan bagi para pejabat sekarang yg bermental tikus! Semoga sejahtera selalu Pak Anton
1 November, 2008 at 4:07 pm
Hmm..
Pemimpin teladan seperti ini memang harus lebih diperkenalkan kepada publik agar dicontoh, karena saat ini Indonesia sedang mengalami krisis keteladanan.
Satu keteladanan lebih baik dari sejuta arahan.
1 November, 2008 at 5:54 pm
Semoga pak anton diberi sifat yg isrikomah dalam menjalani hidup dan jabatannya.
Tapi buat yg laen, jangan under estimated gt ah sama menteri yang kaya.
Kaya boleh aja asalkan kekayaan itu yang diperoleh merupakan harta yang berkah dan halal dari Allah.
1 November, 2008 at 6:44 pm
Kalau gak salah beliau itu mentri kan?
*ditendang*
*dirajam*
1 November, 2008 at 7:52 pm
Salut buat pak Menteri Anton.Ini orang yg di tunggu2 oleh Bangsa Indonesia.Jangan kayak yg lain kerjaanny korupsi doang,memperkaya diri mumpung jadi menteri.Pak nyalonin jadi Presiden aja?Pasti saya coblos gak bakalan liat yg lain.
1 November, 2008 at 8:21 pm
Salam Buat Pak Mentri….
1 November, 2008 at 10:10 pm
semoga seluruh pejabat membaca dan malu karena lurah aja kekayaan milyaran ada yang punya rmh dikebayoran …gaji lurah berapa sih..?mentri aja 19Jt
smoga dapat menjadi contoh untuk koruptor yang zolim
2 November, 2008 at 12:15 am
Alangkah lebih baik kalau kita menghormati perbuatan baik orang lain. Kalau perbuatan baik malah di sindir apalagi di cela berarti dia yang mencela itu…….., ahlaknya …..? kurang baik kali ye…..!? Orang baik aja kok di sewotin.
Berjuang terus pak Anton, jadilah sebagai uswatun hasanah bagi bangsa ini.
2 November, 2008 at 5:26 am
Kesederhanaannya hampir sama dengan Ahmadinejad, Presiden Iran. Semoga semua pejabat sadar bahwa merekalah yang seharusnya melayani masyarakat bukannya malah dilayani oleh masyarakat.
2 November, 2008 at 6:31 am
Memang sangat sedikit orang-orang yang berjiwa zuhud dan kesederhanaan. Semoga kita pun mampu untuk menjadi orang-orang seperti beliau. Baiknya bangsa ini adalah jika kita mau memulai bibit-bibit kebaikan dari diri kita sendiri…insya Alloh
2 November, 2008 at 8:52 am
Coba saya diangkat jadi menteri juga .. pasti bisa menyaingi beliau dalam “kemiskinan” .. hehehe
2 November, 2008 at 11:51 am
saya merasa sangat berbahagia dan bangga Mudah-mudahan negeri ini akan berubah jadi lebih baik,seperti contoh yang diberikan beliau
2 November, 2008 at 1:47 pm
Keberadaan beliau bagai Oase di tengah padang pasir… moga “menular” pada menteri2 dan pejabat2 yg lain.
Maju terus dan istiqomah Pak Anton…
2 November, 2008 at 1:56 pm
Subhanallah, Luar Biasa.
2 November, 2008 at 2:31 pm
[...] miliar, Putera Sampoerna US$ 2,2 miliar, dan Rachman Halim US$ 1,6 miliar. Bandingkan pula dengan menteri termiskin di Indonesia yang hanya memiliki kekayaan Rp 300.000.000. Aburizal Bakrie memang luar biasa. Selain bisa keluar [...]
2 November, 2008 at 2:40 pm
tetap istiqomah ya pak Anton…
2 November, 2008 at 3:11 pm
Salam……
Alhamdulillah…
Semoga Allah Melimpahkan Rahmad dan Karunia kepada Pak Anton.
Bagaimana ya seandainya Pak Ical juga nginap di rumah petani yang atapnya mo roboh???
makanya pak Ical, blajar dunk dari pak Anton yang Miskin….:)
2 November, 2008 at 3:12 pm
^_*
^_^
*_^
2 November, 2008 at 3:13 pm
.
2 November, 2008 at 3:27 pm
smoga saya seperti pak anton jika menjadi pejabat kelak. hehe..
2 November, 2008 at 3:27 pm
eh… kalo rumah gak ditinggalin berarti wajib dizakatin ya?
2 November, 2008 at 5:38 pm
Wah andai semua menteri kaya gitu…..
3 November, 2008 at 7:15 am
@the one,
bukan isrikomah, tapi Istiqomah (sekedar meluruskan)
hehe..
salamhangat semua,
Bangkit Negeriku, Harapan itu Masih Ada!!
3 November, 2008 at 8:27 am
kita doakan agar beliau selalu istiqamah.
beginilah yang layak memimpin. berbuat dulu baru mengajak.
tidak seperti yg lain. mengajak, menyeru, memerintahkan berhemat. tapi mereka sendiri hidup mewah bukan main.
3 November, 2008 at 9:04 am
@bangzenk
bro the one, menurut feeling aye sih dah faham istilah itu, cm salah pencet keyboard kali, coba di cek deh. tombol “T” tu tetangga nya tombol “R”.
ato bro the one lagi nyari isri
3 November, 2008 at 1:27 pm
@admin1970
aku copy di blogku mas ijin ya, soale aku muride ingin bangga juga. Yg aku kenal beliau memang sangat sederhana, tapi ilmunya weleh..weleh. patut kita contoh.
Aris : Silahkan pak, monggo..
wah… mesti meneladani pa dosen nih..
atau mau nggantiin beliau di masa yang akan datang…he2..
3 November, 2008 at 1:46 pm
@arifah
“pak anton dengan gaji 19 juta. tanya para petani berapa hasil mereka saat panen? kadang tak ada untungnya….”
Aris : iya mba saya sbg anak petani juga merasakan ksihan pada petani karena nggak sepadan biaya dengan hasil usahanya… semoga dgn menteri yang amanh kesejahteraan petani akan meningkat..
7 November, 2008 at 12:23 pm
Alhandulillah p. Anton ternyata tidak berubah saat sudah jadi menteri. Waktu masih jadi mahasiswinya dulu, saya selalu terkesan dengan beliau, pintar tapi sangat bersahaja. Terus maju pak membangun pertanian kita. semoga selalu diiringi Ridho Allaw SWT. Amin…
7 November, 2008 at 1:30 pm
Wah selamat mba nanie, py dosen bersahaja..
smg keteladanan beliau bs menjadi inspirasi buat kita
14 November, 2008 at 12:17 am
miskin aja 300juta an ya…
jadi menteri ah
14 November, 2008 at 9:00 am
300 juta ngumpulin sejak belum jadi menteri mas..
Ayo mas aer klo pingin jadi menteri, saya dukung.. kesempatan terbuka lebar…
Tp jangan angan2 doang.. ntar melayang2 deh…
Trims kunjungannya mas
18 November, 2008 at 5:52 pm
Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat
GO PKS!
19 November, 2008 at 4:53 pm
@ajaran
Klo saya lihat masalah suara menurut PKS adalah penting tapi bukan segala-galanya. PKS tdk akan meninggalkan jati dirinya sebagai partai dakwah. Misal pun mungkin PKS koalisi dengan partai lain pasti telah dipertimbangkan manfaat dan mudhorotnya…
Kita doakan semoga PKS ttp istiqomah aja mas, bisa mengemban amanah rakyat dengan baik…
24 November, 2008 at 6:44 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Akh, antum hati-hati dengan orang di atas. Sentimennya terhadap agama terlalu tinggi.
Barakallahu fiik.
25 November, 2008 at 8:04 am
Wa alaykum salam
Jazakalloh akh ibnu nasehatnya… insy ana hati2 ana juga udah kunjungi blognya dan contentnya emang kurang sejalan ama ane…
25 November, 2008 at 2:38 pm
Sama…
Tapi ga perlu anti pati. Amaluna amalukum aja, ya akh.
25 November, 2008 at 3:29 pm
Jazakalloh akh silmikaffa
Kita adalah ummat pertengahan (ummatan wasathon). yang memandang persoalan dari titik tengah tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek. Yang utama adalah prinsip harus selalu kita pegang.
11 Februari, 2009 at 12:26 pm
Semoga 2009 nanti…terlahir pemimpin2 model Pak ANton ini…
Amiin
11 Februari, 2009 at 1:45 pm
Amiin, kita berharap pemimpin Indonesia nantinya adalah orang yang amanah…
22 April, 2009 at 8:14 pm
asswrwb
trnyata hidup sederhana yg d ajarin Abah msh ada yg nganut d kalangan atas. sy jd nda psimis lg dg pemerintahan kt.
Aris menjawab : Wa alaykum salam..
Betul, percayalah masih ada orang-orang yang masih memegang teguh amanah-amanah yang diemban di pemerintahan. Dan masih ada harapan..
29 April, 2009 at 8:55 am
Kaya atau miskin adalah pilihan….
Kalau miskin pilihannya…. yo sante aja agak usah usaha keras ngejar harta
Kalo kaya pilihannya…….gak harus merugikan orang lain kan ???
Jadi kita gak perlu membanding-bandingkan kaya miskin sebagai ukuran akhlak seseorang…
Tidak selalu yang kaya lebih jelek sifatnya dibanding yang miskin
Tidak selalu yang miskin lebih baik sifatnya dibanding yang kaya
Kaya atau miskin adalah pilihan….
Dengan konsekwensinya masing-masing…
Jadi kalo kita bangga dengan jadi mlarat…..
Kita adalah orang yang bodho bin goblok…
Kita gak mungkin ibadah haji dengan hanya sekedar naik onta
Kita akan tampak bego… kalo hanya bengong lihat orang disekitar kita yang mungkin sedang butuh bantuan materi tidak sekedar perhatian tapi kita hanya bisa bantu dengan nasehat nasehat yang membosankan
Kaya atau miskin adalah pilihan…
Jadi kalo memang cita cita kita jadi orang miskin
Jangan iri
jangan dengki kalo lihat orang kaya yang mau mengeluarkan keringat dengan keringat dan ‘otak’nya mau me menej batubara menjadi potensi ekonomi yang menguntungkan
Kaya atau miskin adalah pilihan…
Jangan merasa menjadi orang yang paling beriman karena kamu miskin
Jangan merasa menjadi orang yang berakhlak mulia hanya karena miskin
Cita-cita miskin adalah alasan pembenar untuk orang-orang yang malas dan goblok
29 April, 2009 at 9:57 am
Wah… bro / si qq luar biasa nih… Semangatnya berapi2.. Saya setuju dengan anda.. Bahwa orang Islam itu harus kaya, sebab dengan kekayaan kita bisa berbuat lebih buanyak…
Mengenai Pa Menteri ini, jangan bro/sis qq, karena “kemiskinan”nya terus berpikir hidupnya dikasihani setiap orang yang melihatnya. Tentunya tidak. Hal penting di sini adalah beliau orangnya sederhana dan bersahaja. Meskipun menjadi Menteri, tapi tidak sombong, mau merakyat. Dan yang paling utama adalah beliau memegang amanah dengan penuh tanggungjawab dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Terimakasih bro/sis qq telah berkunjung
29 April, 2009 at 11:32 am
Sorry boss
Kritiknya bukan ke Bapak menteri kita ini…
tapi untuk komentar saya adalah komentar atas komentar komentar kawan kita….
Thank’s tanggapannya
29 April, 2009 at 2:18 pm
Oh gpp bro/sis qq…. Kawan2 kita komentarnya pada positif2 kok.. Siapa sih yang mau jadi orang miskin? tentunya ga ada…
Walaupun komentar bro/sis nadanya sedikit kasar, aku dapat menarik benang merah yaitu…berusahalah menjadi muslim yang kuat(kaya), sebab dengan kuat (kaya) kita bisa berbuat lebih banyak.
Ok… begitu kira2 ya bro/sis
11 Juni, 2009 at 2:24 pm
Wah, ini baru tahu info seperti ini.
rodadua.net – Toko Online sarung tangan motor keren
22 Juni, 2009 at 7:58 pm
Alhamdulillah, hasilnya swasembada beras… semoga tetap berlanjut dan menjadi contoh bagi semua menteri.
Hidup Indonesia …
Merdeka !