Ahad kemarin, tanggal 10/10/2010 saya menghadiri kajian bulanan di Bengkel Rohani yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah. Pada kesempatan tersebut penceramahnya diantaranya adalah Dr. Ali Toha Assegaf yaitu dokter konvensional yang beralih ke Thibbun Nabawi (Pengobatan Nabi). Beliau memaparkan materi yang Insya Allah bermanfaat untuk kita ketahui bersama.
Ikhwah fillah, mari kita sejenak lihat ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Bagaimana Islam mengajarkan akan kebersihan dan menjaga makanan. Jika semua dilakukan dan mencontoh Rasulullah SAW maka dipastikan kita akan sehat. “Rosululloh SAW memang bukan dokter tapi beliau adalah professornya dokter”, demikian disampaikan Dr. Ali Toha Assegaf dalam membuka ceramahnya.
Orang yang hidup di masa sekarang menginginkan segala sesuatunya serba instan. Dalam hal apapun. Begitu juga tentang pengobatan yaitu ketika sakit ia ingin cepat sembuh. Tidak sedikit orang yang karena tidak sabarnya mengalami sakit ia pergi ke dukun. Padahal kita tahu jika mendatangi dukun maka 40 hari ibadahnya tidak akan diterima Allah SWT. Itu sangat bertentangan dengan akidah seorang muslim. Atau ada juga yang karena mendengar berita dari mulut ke mulut lalu ia membeli obat Cina yang tidak tahu bahannya terbuat dari apa, apakah halal atau haram tidak ia pertimbangkan. Yang ada di benaknya adalah segera hilang penyakit dalam dirinya. Di sisi lain ada juga orang tertentu yang memanfaatkan untuk mengeruk keuntungan yaitu dengan membuat obat-obatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan manfaat dan kehalalannya.
Dari hal ini juga kita bisa melihat bahwa banyak orang yang lupa kalau sebenarnya sakit itu ujian yang diberikan Allah. Jika seoarang hamba menerimanya dengan ikhlas disertai usaha untuk menyembuhkannya maka Insya Allah akan bernilai pahala. Bahkan mungkin di level iman yang lebih tinggi maka sakit ini ia dibilang sebagai nikmat. Karena apa? Karena dengan ia dikasih sakit maka kesempatan untuk berbuat maksiat menjadi berkurang dan ia kembali ingat kepada Allah SWT.
Kemudian, bagaimana sih pengobatan yang islami itu? Setidaknya ada 6 syarat yang harus diperhatikan yaitu :
1. Halal
Obat yang dikonsumsi harus dari bahan yang halal. Sebab setiap yang dimasukkan ke dalam tubuh kita mengandung unsur haram, maka akan mempengaruhi kehidupan kita baik cara berpikir dan semangat beribadah yang akan menurun. Disamping itu Rasulullah SAW bersabda: “Umatku tidak akan sembuh dengan sesuatu yang haram”.
2. Islami
Islami berarti pengobatan yang dilakukan jika ada efek samping maka bisa disembuhkan. Berapa banyak orang orang yang diobati penyakit yang satu tetapi efek sampingnya malah organ yang lain menjadi sakit.
3. Memberi manfaat.
Sangat jelas jika berobat yang kita lakukan tidak memberi manfaat apa-apa maka pengobatan seperti ini hanya akan membuang biaya saja.
4. Murah (terjangkau)
Obat/pengobatan tersebut, dari segi biaya terjangkau oleh seluruh masyarakat .
5. Holistic atau terpadu
Manusia berbeda dengan televisi, televisi rusak di bagian transistor, cukup transistor itu yang diganti. Tetapi jika manusia sakit kepala misalnya harus dicari tahu dulu apakah sakit kepalanya karena ada virus, tau salah makan atau sudah tanggal tua (he he). Harus dilihat dulu penyebabnya.
Holistic ini adalah keterpaduan dari beberapa aspek yaitu : jasmani, jiwa, sosial dan spiritual. Jangan aspek jasmani saja yang diutamakan sementara aspek yang lain tidak disentuh sama sekali, padahal bisa jadi jasmani orang menjadi sakit karena jiwanya sedang tidak stabil.
Konsep sehat Rasulullah SAW
1. Sehat lewat makan
Banyak hadits yang berbicara tentang makanan seperti :
“Berpuasalah agar engkau sehat”
“Seorang mukmin makan hanya sekedar untuk menegakkan tulang punggungya saja , jikatidak bisa maka sepertiga buat makanan, sepertiga buat air dan sepertiga buat udara.”
Kita tidak perlu makan banyak-banyak, makanlah secara proporsional. Makan tidak perlu cepat-cepat. Mengunyah makanan sebaiknya 32 kali. Ada penelitian terbaru menyebutkan bahwa sensor kenyang akan berfungsi setelah 10 menit perut terisi makanan.
Mengapa kita kok selalu pingin makan banyak, sedangkan kita tahu kelebihan kadar zat makanan yang tidak diperlukan tubuh malah akan menjadi penyakit?
Hal ini karena nafsu kita saja yang ingin menyantap makanan dalam jumlah banyak. Ditambah lagi kalau makanan sesuai selera kita.
2. Sehat lewat ibadah
Sholat yang kita lakukan, jika dilakukan dengan benar maka disamping bernilai ibadah juga akan menyehatkan tubuh kita. Mungkin jika anda pernah mengikuti pelatihan Sholat Khusyu atau mengikuti kajian yang dibawakan oleh Ustadz Abu Sangkan akan mengetahui lebih jauh rahasia dibalik Shalat.
Penelitian juga menyebutkan bahwa stroke kebanyakan terjadi pada pukul 3 – 6 pagi. Umat Islam pada 1/3 malam yang terakhir disunnahkan untuk qiyamullail/ tahajjud. Ketika kita tidur metabolisme berkurang sehingga dimungkinkan aliran darah menjadi kurang lancar. Ketika bangun di waktu tersebut maka metabolisme akan menjadi normal kembali dan aliran darah juga lancar karena gas Natrium dioksida (NO2) lebih banyak dihasilkan yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga kemungkinan terkena stroke lebih kecil.
3. Sehat lewat doa
Ada bermacam-macam doa yang bermanfaat untuk menyehatkan badan kita seperti : “ Ya Allah sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah Sehatkanlah mataku”
Atau mungkin yang terdapat dalam do selamat……”wa ‘afiyatan fii jazadiin (dan sehatkanlah badanku)”..
4. Kesehatan lingkungan
Rasulullah SAW melarang menebang pohon yang mana pohon tersebut itu dijadikan tempat berteduh oleh para musafir.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman “ telah nampak kerusakan di muka bumi dan di lautan karena ulah tangan manusia…”
Banjir yang karenanya menimbulkan berbagai penyakit tak luput dari ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab seperti penebangan hutan secara liar, buang sampah sembarangan, pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan.
Ikhwah fillah dalam bidang kesehatan ternyata nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita bagaimana hidup sehat. Dengan mencontoh bagaimana beliau menjaga kesehatan, insya Allah kita akan sehat. Kalau demikian nyatalah bahwa Islam itu agama yang maha sempurna yang tidak hanya membahas masalah ibadah saja. Tapi membahas seluruh aspek kehidupan termasuk diantaranya adalah kesehatan.
Wallohu a’lam bishshowab




