Renungan


Kebijakan Umar dan Tangisan Anak

Rekan blogger, setelah lama blog-ku ga ku update alhamdulillah akhirnya bisa juga ku tengok lagi blog tercinta ini.. ada kisah menarik pada zaman Khalifah Umar bin Khottob bagaimana pada waktu itu beliau yang merupakan pemimpin tertinggi umat Islam, begitu pekanya terhadap rakyat yang menderita karena kebijakan yang tidak tepat. (lagi…)

Berhitung dengan waktu


Waktu terus berjalan dan tak akan pernah kembali

Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, melainkan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat-menasehati di dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran (QS Al Ashr : 1-3)

Sudah menjadi kepastian bahwa hidup ini terus berjalan. Masih ingat betul dulu waktu di kampung, aku main kelereng, main karet, main gangsing dan berbagai macam mainan anak-anak ketika itu. Masih inget betul dulu ketika pertama kali masuk ke taman kanak-kanak. Asyik benar bermain dan bernyanyi bersama-sama. (lagi…)

Bersyukurlah, Alloh masih menutupi aib kita

Ikhwah fillah…tidak ada gading yang tak retak.. tidak ada manusia yang sempurna, tiada yang tidak mempunyai dosa. Hanya Nabi Muhammad SAW yang ma’shum yang bebas dari dosa. Sekecil apapun kita pasti pernah melakukan kesalahan bahkan mungkin kita pernah melakukan kesalahan yang fatal dan bisa jadi kalau orang lain tahu kesalahan kita, maka mereka akan lari dari kita. Mereka tidak akan menaruh hormat lagi kepada kita. Bisa jadi mereka menganggap kita adalah orang yang tak berguna dan tak pantas diajak berjalan bersama.

Ikhwah fillah.. setelah mengetahui hal di atas kita baru sadar bahwa ada nikmat yang jarang atau bahkan mungkin tidak pernah kita syukuri yang sejatinya nikmat itu sangat besar artinya buat kita. Nikmat itu adalah Alloh SWT masih menutupi aib atau kekurangan kita. Betapa banyak seorang istri yang minta cerai karena Alloh SWT telah membuka aib suaminya. Dan betapa banyak seorang suami yang menceraikan istrinya karena Alloh telah menunjukkan aib istrinya. Betapa banyak seorang yang ditinggal teman-temannya karena Alloh SWT telah membuka aibnya. Dan masih banyak orang yang bernasib serupa karena Alloh telah membuka apa yang menjadi rahasianya.

Ikhwah fillah tidak semua aib itu harus kita katakan, ada hal yang harus ditahan untuk dikatakan dan memang ada hal yang bila dikatakan kepada orang lain yang tidak bisa menjaga amanah akan membawa kerusakan dan kehancuran.

Jadi biarlah Alloh SWT dan kita saja yang tahu mengenai aib yang kita punya. Dan jangan lupa untuk selalu memperbaiki diri agar aib yang kita punya selalu dijaga oleh Alloh SWT karena Alloh SWT tidak akan menyia-nyiakan kegigihan hambaNya untuk selalu berbuat yang lebih baik.

Wallohu a’lam bishshowab

)I( )I( )I(

Nasehat Untukku

buah

Buah yang baik, kulitnya menarik dalamnya tidak kalah cantik

Malu, malu sekali bilaku ku ingat tutur kataku. Sepertinya kata-kataku itu menjadi dilema. Sampai terbesit dalam hatiku,.  ”Kenapa kata-kata itu terucap”. Padahal aku sering melanggarnya. Aku mengatakan kata-kata itu tidak hanya pada satu orang, tetapi kata-kata itu tersebar laksana hujan yang turun di setiap tempat yang dilewati.

(lagi…)

Ikhwah fillah, sadarkah kita bahwa dalam segala sisi kehidupan, kita selalu dihadapkan pada dua jalan? Alloh SWT telah berfirman dalam Al Quran yaitu Surat Asy-Syams : ayat 8-10

Fa alhamahaa fujuurohaa wataqwaahaa, Qod aflaha man tazakka, Waqod khooba man dassahaa

Artinya :

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Dalam ayat di atas Alloh SWT telah menegaskan bahwa kita telah diilhamkan dua jalan yaitu jalan kefasikan dan jalan ketakwaan. Maka beruntunglah orang-orang yang mengambil jalan takwa. Merekalah golongan orang-orang yang mensucikan diri. Sedang orang-orang yang mengambil jalan fasik, merekalah orang-orang yang mengotori jiwa mereka sendiri

(lagi…)

Halaman Berikutnya »