Bayangan dosa
Pagi itu, usai sholat Dhuha..
Ku coba menyelami kembali hari-hari
Yang telah kulalui..
Yang telah kulewati..
Pagi itu usai sholat Dhuha..
Ku bersujud pada ilahi
Ku baca istighfar tuk bersihkan diri
Tuk kikis dosa yang cemari hati
Pagi itu.. aku terkejut…
Seakan jantung berhenti berdenyut..
Pandangku seperti tertutup kabut..
Dosaku banyak bergelayut
Seandainya dosa itu ditampakkan
Seandainya dosa itu diwujudkan
Mungkin aku telah tenggelam
Dosaku sedalam lautan..
Wahai Tuhan tempatku bergantung
Maaf kan hamba yang tak tahu diuntung..
Banyak nikmat yang Kau berikan
Namun kedurhakaan yang kupersembahkan
Cerita lama telah usai
Cerita baru harus dimulai
Cerita yang baik-baik
Cerita yang tidak munafik
27/11/2008 8:02:41 AM
Prev Doa untuk si buah hati , Next Doaku untuk Palestina, Index puisi
SUDAHKAH ANDA SHOLAT ?
POEM
My GTalk Status
Detiknews- Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
RepublikaYang sedang Online
Statistik Blog
- 19,238 kali
Blogroll
Dunia Islam
Dunia Pajak
Majalah Islam
Portal news
Teman
Tag
akal akhlak amanah celaka cinta doa dosa dusta etika fasiq harapan Iblis ikhlas iman istiqomah jihadunnafs kejujuran laknat lupa macet malaikat menghormati nasehat neraka pahala pemimpin pengawasan Alloh puasa putus asa rahmat ramadhan romadhon sabar salah sholeh sukhul khotimah syukur syurga taat tadabbur takwa taubat umar waktu was-wasASMAUL HUSNA
Kalender
Juni 2012 S S R K J S M « Jan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 -
Top Posts & Halaman
Arsip
Kategori
Meta
-
Komentar Terakhir
Aris on Sales Asuransi yang bikin… upi supriyatna on Sales Asuransi yang bikin… Aris on Sales Asuransi yang bikin… Acha on Sayangku, maafkan aku bila… rina surawaningsih on Doa untuk si buah hati rina surawaningsih on Doa untuk si buah hati asep supriatna on Sales Asuransi yang bikin… webmdmk on Buku Tamu cardiacku on Doa untuk si buah hati tya on Sayangku, maafkan aku bila… About your browser
Traffic Guest





Wahai, akhi, antum bisa rasakan gimana perasaan ana!
Belasan tahun bergelimang maksiat. Hitam pekat. Sampai kesat hati melebihi batu…..
Ternyata hanya kembali pada Allâh sajalah jiwa bisa tenang.
“Fa firrû ilallâh…..” (adz-dzâriyât: 50)
Jazakallâh….
Akh silmikaffa, masa lalu yang kelam adalah bagian dari hidup kita, tak terkecuali ana.
Sikap berani dan tegas untk berubah adalahlangkah yang harus kita tempuh..
Semoga Alloh memudahkan kita untuk bertaqorrub kepadaNya
Subhânallâh, walhamdulillâh!
Ngga salah ana bertemankan antum di dunia maya…
Terus istiqamah menulis ya akh!
Smoga manfaat untuk saudara2 muslim kita., baik yg sudah, maupun yg belum kembali…
Amiin!
punya script untuk “jumlah pengunjung” ?minta dong….
wih..puisinya….merinding rasanya…ato lebih tepatnya, menyadarkan… hiks…jzk..
mba fitri, klo script jumlah pengunjung,itu original dari word press. Af1 nih kalau yang versi free, aku ga punya. Mungkin rekan bloger ada yang punya?