Bayangan dosa
Pagi itu, usai sholat Dhuha..
Ku coba menyelami kembali hari-hari
Yang telah kulalui..
Yang telah kulewati..
Pagi itu usai sholat Dhuha..
Ku bersujud pada ilahi
Ku baca istighfar tuk bersihkan diri
Tuk kikis dosa yang cemari hati
Pagi itu.. aku terkejut…
Seakan jantung berhenti berdenyut..
Pandangku seperti tertutup kabut..
Dosaku banyak bergelayut
Seandainya dosa itu ditampakkan
Seandainya dosa itu diwujudkan
Mungkin aku telah tenggelam
Dosaku sedalam lautan..
Wahai Tuhan tempatku bergantung
Maaf kan hamba yang tak tahu diuntung..
Banyak nikmat yang Kau berikan
Namun kedurhakaan yang kupersembahkan
Cerita lama telah usai
Cerita baru harus dimulai
Cerita yang baik-baik
Cerita yang tidak munafik
27/11/2008 8:02:41 AM
Prev Doa untuk si buah hati , Next Doaku untuk Palestina, Index puisi








1 Desember, 2008 at 11:15 am
Wahai, akhi, antum bisa rasakan gimana perasaan ana!
Belasan tahun bergelimang maksiat. Hitam pekat. Sampai kesat hati melebihi batu…..
Ternyata hanya kembali pada Allâh sajalah jiwa bisa tenang.
“Fa firrû ilallâh…..” (adz-dzâriyât: 50)
Jazakallâh….
1 Desember, 2008 at 2:41 pm
Akh silmikaffa, masa lalu yang kelam adalah bagian dari hidup kita, tak terkecuali ana.
Sikap berani dan tegas untk berubah adalahlangkah yang harus kita tempuh..
Semoga Alloh memudahkan kita untuk bertaqorrub kepadaNya
1 Desember, 2008 at 3:47 pm
Subhânallâh, walhamdulillâh!
Ngga salah ana bertemankan antum di dunia maya…
Terus istiqamah menulis ya akh!
Smoga manfaat untuk saudara2 muslim kita., baik yg sudah, maupun yg belum kembali…
Amiin!
16 Desember, 2008 at 4:51 pm
punya script untuk “jumlah pengunjung” ?minta dong….
wih..puisinya….merinding rasanya…ato lebih tepatnya, menyadarkan… hiks…jzk..
16 Desember, 2008 at 5:30 pm
mba fitri, klo script jumlah pengunjung,itu original dari word press. Af1 nih kalau yang versi free, aku ga punya. Mungkin rekan bloger ada yang punya?