Berhitung dengan waktu


Waktu terus berjalan dan tak akan pernah kembali

Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, melainkan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat-menasehati di dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran (QS Al Ashr : 1-3)

Sudah menjadi kepastian bahwa hidup ini terus berjalan. Masih ingat betul dulu waktu di kampung, aku main kelereng, main karet, main gangsing dan berbagai macam mainan anak-anak ketika itu. Masih inget betul dulu ketika pertama kali masuk ke taman kanak-kanak. Asyik benar bermain dan bernyanyi bersama-sama. (lagi…)

Bersyukurlah, Alloh masih menutupi aib kita

Ikhwah fillah…tidak ada gading yang tak retak.. tidak ada manusia yang sempurna, tiada yang tidak mempunyai dosa. Hanya Nabi Muhammad SAW yang ma’shum yang bebas dari dosa. Sekecil apapun kita pasti pernah melakukan kesalahan bahkan mungkin kita pernah melakukan kesalahan yang fatal dan bisa jadi kalau orang lain tahu kesalahan kita, maka mereka akan lari dari kita. Mereka tidak akan menaruh hormat lagi kepada kita. Bisa jadi mereka menganggap kita adalah orang yang tak berguna dan tak pantas diajak berjalan bersama.

Ikhwah fillah.. setelah mengetahui hal di atas kita baru sadar bahwa ada nikmat yang jarang atau bahkan mungkin tidak pernah kita syukuri yang sejatinya nikmat itu sangat besar artinya buat kita. Nikmat itu adalah Alloh SWT masih menutupi aib atau kekurangan kita. Betapa banyak seorang istri yang minta cerai karena Alloh SWT telah membuka aib suaminya. Dan betapa banyak seorang suami yang menceraikan istrinya karena Alloh telah menunjukkan aib istrinya. Betapa banyak seorang yang ditinggal teman-temannya karena Alloh SWT telah membuka aibnya. Dan masih banyak orang yang bernasib serupa karena Alloh telah membuka apa yang menjadi rahasianya.

Ikhwah fillah tidak semua aib itu harus kita katakan, ada hal yang harus ditahan untuk dikatakan dan memang ada hal yang bila dikatakan kepada orang lain yang tidak bisa menjaga amanah akan membawa kerusakan dan kehancuran.

Jadi biarlah Alloh SWT dan kita saja yang tahu mengenai aib yang kita punya. Dan jangan lupa untuk selalu memperbaiki diri agar aib yang kita punya selalu dijaga oleh Alloh SWT karena Alloh SWT tidak akan menyia-nyiakan kegigihan hambaNya untuk selalu berbuat yang lebih baik.

Wallohu a’lam bishshowab

)I( )I( )I(

T A U B A T

Bertaubat untuk memperoleh ampunan Alloh SWT

Bertaubat untuk memperoleh ampunan Alloh SWT

Setiap manusia yang hidup di dunia, pasti punya salah, punya riwayat yang suram ataupun masa lalu yang kelam. Besar ataupun kecil , banyak atau sedikit, pasti kita pernah melakukan dosa. Padahal Alloh SWT berfirman dalam QS Adz Dzariyat : 56 yang artinya “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu”. Tetapi manusia memang tempatnya salah dan lupa. Tiada manusia yang sempurna, kecuali Nabi Muhammad SAW yang ma’shum yang selalu dijaga oleh Alloh dari perbuatan dosa. Lantas apa yang harus kita lakukan agar dosa-dosa masa lalu kita mendapat ampunan dari Alloh SWT?

(lagi…)

Ikhwah fillah, sadarkah kita bahwa dalam segala sisi kehidupan, kita selalu dihadapkan pada dua jalan? Alloh SWT telah berfirman dalam Al Quran yaitu Surat Asy-Syams : ayat 8-10

Fa alhamahaa fujuurohaa wataqwaahaa, Qod aflaha man tazakka, Waqod khooba man dassahaa

Artinya :

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Dalam ayat di atas Alloh SWT telah menegaskan bahwa kita telah diilhamkan dua jalan yaitu jalan kefasikan dan jalan ketakwaan. Maka beruntunglah orang-orang yang mengambil jalan takwa. Merekalah golongan orang-orang yang mensucikan diri. Sedang orang-orang yang mengambil jalan fasik, merekalah orang-orang yang mengotori jiwa mereka sendiri

(lagi…)

Tuhanku ampunkanlah.. segala dosaku…
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu..

Kusering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Kusering melupakan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar.
Pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku kau bimbinglah diri ini
Yang mendamba cintaMu..
Aku lemah aku jahil
Tanpa bimbingan dariMu..

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada hamba-hambaMu..
Selangkahku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Kutakut kepadaMu
Kuharap jua padaMu

Kupernah berjanji kepadaMu
Sering juga ku mengingkari
Moga ku kan selamat dunia akherat
Seperti Rasul dan Sahabat

———————————

Tentunya kita tahu syair lagu di atas. Ya.. itu adalah syair nasyid dari Raihan berjudul Damba Cinta. Syair di atas mencerminkan bagaimana kita sehari-hari yang sering berbuat dosa baik sadar atau tidak. Sungguh jika syair-syair nasyid diatas dihayati dengan sungguh-sungguh kita bisa menangis lantaran dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kita sudah berjanji kepada Alloh SWT tak akan mengulangi dosa-dosa yang telah kita lakukan, ternyata… kita masih mengulanginya lagi. Untuk itu rajinlah kita ber-istighfar pada Alloh SWT agar Alloh mengampuni dosa-dosa kita..karena Dialah yang Maha Pengampun yang akan mengampuni siapa saja yang memohon ampun kepadaNya..

Ada pepatah “manusia adalah tempatnya salah dan lupa”. Tapi kalau selalu salah berarti ia tidak pernah mengambil pelajaran dari masa lalu yang ia alami. Tapi kalau selalu lupa, tidak mungkin. Sekali atau dua kali lupa mungkin masih ditolelir atas hal yang sama. Tapi kalau pada hal yang sama kita lupa terus-menerus berarti kita memang sengaja berbuat kesalahan. Jadi jangan dijadikan pembenaran bahwa kita berbuat salah karena lupa..

Sebelum kita berbuat salah, saya yakin setiap kita akan merasa was-was. Jangan-jangan perbuatan dosa saya ini diketahui oleh orang. Aduh malunya kalau orang pada tahu. Aduh.. ga bisa bayangin deh kalau keluarga pada tahu.. Tapi.. kita terus aja meneruskan perbuatan dosa kita.. Kita merasa aman dari manusia dan kita lupa bahwa Alloh SWT selalu mengawasi kita.. Suara-suara hati yang sebelumnya lantang untuk menyuarakan kebenaran menjadi surut karena hawa nafsu telah menguasai. Dalam hati bilang.. “Kan bisa taubat nanti…..” astaghfirulloh…

Apakah kita yakin bahwa 1 detik lagi kita masih hidup.. Sungguh tidak ada yang menjamin.. Jika Alloh menghendaki maka tinggal mengatakan “kun fayakun”. Sungguh mudah bagi Alloh untuk mematikan kita di kala kita berbuat dosa. Jika ini terjadi maka kita mati dalam keadaan Sukhul khotimah.. Amal-amal baik kita terhapus oleh perbuatan terakhir kita…Sungguh kerugian yang luar biasa. Karena itu janganlah kita merasa aman untuk berbuat dosa.

Haruslah kita waspadai bahwa apabila nafsu sudah menguasai maka kita sungguh tak berdaya melawannya. Dan nafsu akan selalu mengajak kepada kejahatan, perbauatan fasiq dsb.. Jadi tidak ada tawar-menawar sebelum nafsu jahat menguasai kita segera “cut” segala pikiran ke arah maksiat tersebut. Jika terbesit niat jahat segera “cut” dengan mengucap istighfar kemudian ta’awudz agar niat jahat tersebut tidak diikuti dengan perbuatan jahat pula.. Kemudian alihkan pikiran pada hal yang positif. Ingat ayat AlQuran yang kurang lebih artinya “Sesungguhnya perbuatan baik akan menghapus kejahatan”. Termasuk didalamnya menhadirkan pikiran-pikiran positif agar pikiran-pikiran jahat tidak hinggap di otak kita

Selalu belajar dari kesalahan adalah tindakan arif. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jika kita telah melakukan kesalahan-kesalahan di masa lalu, pelajari kenapa kita bisa begitu. Kenapa kita terjatuh di situ. Kenapa kita tidak bisa menyelesaikan padahal itu masalah kecil.. Dengan begitu mudah-mudahan di masa yang akan datang kita tidak jatuh di lobang yang sama.. Amien

“Robbana dzolamnaa anfusanaa wa inlamtaghfirlanaa watarhamnaa lanakunannaa minal khoosirin”

)I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I( )I(