Taat di Kala Sendiri

Ikhwah fillah…

Sebagai orang muslim, kita diharapkan taat kepada Alloh dimanapun kita berada. Bukan cuma di masjid aja kita taat, bukan hanya di majelis-majelis ta’lim aja kita taat… tapi bagaimana ketaatan ini bisa diaplikasikan dalam setiap lini kehidupan. Dalam lingkungan kerja, lingkungan keluarga atau saat berada di luar rumah sekalipun, kita harus tetap taat kepada Alloh SWT.

Perilaku taat ini bisa berjalan tanpa hambatan atau setidaknya lebih ringan dijalankan apabila kita berkumpul dengan orang-orang yang sejalan dengan fikroh kita atau dengan orang-orang yang mempunyai pemahaman yang baik tentang agama.. yang mereka tetap istiqomah memegang teguh apa yang telah dipahaminya…Karena sungguh serigala hanya akan memakan kambing yang memisahkan diri dari rombongannya. Dengan kumpulnya kita dengan jama’ah akan menguatkan iman kita sehingga otomatis ketaatan lebih mudah dilaksanakan.

Namun permasalahannya sekarang.. Apakah kita bisa taat ketika kita berada jauh dari teman-teman yang mempunyai ghiroh beragama yang tinggi? atau jauh dari orang yang senantiasa mengingatkan kita (teman/suami/istri) kita.. Sungguh ini bukan pekerjaan yang ringan sebab kalau kita berbuat salah, siapa yang akan megingatkan kita… Klo kita berbuat menyeleweng siapa yang meluruskan kita.. Contoh ringan mungkin bisa kita ambil dari kita yang telah berumah tangga. Ketika kita jalan-jalan bersama istri misalnya, insya Alloh kita kaum laki-laki lebih bisa menjaga pandangan karena ada istri disamping kita.. Kalau kita lirik sana lirik sini… “Mau mencari keributan???” Ini bukan berarti kita boleh lirak-lirik kalau tidak ada istri lho…….

Nah.. bagaimana kalau kita jalan-jalan sendiri. Sungguh ini jihad yang besar. Ini adalah salah satu jihad melawan hawa nafsu (jihaadunnafs) yang Rosululloh SAW pernah sampaikan bahwa ada yang lebih besar dari jihad Perang Badar yaitu jihaadunnafs. Karena jihaadunnafs musuhnya tidak kelihatan sehingga lebih sulit melawannya. Kalau kita tidak benar-benar kuat menjaga iman dalam dada, atau kalau iman kita sedang lemah maka kita akan menuruti hawa nafsu dan terjebaklah kita dalam perangkap-perangkap syaitan

Ikhwah fillah…

Itu hanya contoh sederhana, yang lain tentunya masih sangat banyak.. betapa sulitnya untuk tetap taat di kala sendiri.. betapa tidak mudah berbuat taat di saat seperti itu.. Apakah kita akan menyerah bila kita menghadapi kondisi demikian? Tentunya tidak kan… Lantas bagaimana agar kita bisa survive dalam ketaatan dalam kondisi demikian? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Yang pertama, kita harus senantiasa merasa diawasi oleh Alloh dan dua malaikatnya (Roqib dan Atid). Yakinlah Alloh SWT selalu hadir dalam kehidupan kita, malulah untuk berbuat dosa karena tidak ada yang luput dari penglihatan Alloh walaupun kita bersembunyi di tempat yang paling tersembunyi sekalipun. Malaikat Roqib dan Atid juga telah siap untuk mencatat segala perbuatan yang kita lakukan. Tidak ada setitik debu pun perbuatan kita yang tidak tercatat oleh dua malaikat ini. Bayangkan..Betapa malunya kita ketika di akherat kelak rekaman kehidupan kita ditayangkan dan dilihat oleh seluruh penduduk Padang Mahsyar yang berisi perbuatan dosa yang kita lakukan.. astaghfirulloh..

Yang kedua, selalu up grade iman kita agar kita tetap kuat walaupun badai kemaksiatan menerpa kita. Berkumpul dengan orang-orang alim, selalu hadir di majelis ta’lim, mwnghadiri liqo dsb, insya Alloh akan bisa menguatkan iman kita. Iman yang sedang lemah mustahil akan bisa melawan bisikan-bisikan syaitan , untuk itu kita harus terus dan terus perkokoh iman kita.

Yang ketiga, bila ada bisikan-bisikan kejahatan maka segeralah baca ta’awudz dengan sungguh-sungguh, karena bisikan-bisikan itu bersumber dari syaitan, kita mohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk. Syaitan tidak akan henti-hentinya untuk menggoda manusia agar berbuat dosa dan maksiat. Dengan segala cara ia lakukan untuk menjerumuskan manusia untuk menemaninya di neraka Jahanam

Ikhwah fillah..

Walaupun tidak ada orang yang tahu kita berbuat maksiat, yakinlah tidak ada yang pernah luput dari pengawasan Alloh SWT. Tanamkan dalam hati kita bahwa kita berbuat taat bukan karena istri kita, bukan karena teman kita, bukan karena embel-embel yang lain.. tetapi kita berbuat taat lillahi ta’ala, hanya karena Alloh SWT. Dengan demikian dimanapun dan dalam kondisi apapun tidak akan berpengaruh terhadap ketaatan kita.

Semoga Alloh SWT senantiasa menolong hambaNya yang berusaha taat kapanpun dan dimanapun ia berada..

Wallohu’alam bishshowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s