Kejujuran si gadis cilik

Masih dalam suasana Idul Fitri, saya dan keluarga mengucapkan :

Taqoballlohu minna waminkum minal ‘aidin walfaizin Mohon maaf lahir dan batin….

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Ada kisah menarik yang bisa kita ambil pelajaran, saat pulang kampung kemarin saya dan keluarga sempat main ke pantai sebenarnya bukan pantai sih.. tapi Tempat Pelelalangan Ikan (TPI) di Pedalen Kebumen. Kebetulan air laut sedang surut karena musim kemarau, jadi kami bisa main di pantai.. Kalau pas musim hujan air laut naiksehingga tempat tersebut tidak bisa buat bermain karena disamping ombak yang lumayan besar juga pantainya memang curam sehingga berbahaya kalau main di tempat itu.

Niat kami sebenarnya ingin mencari ikan, namun karena kesana sudah sore, ikan sudah tidak ada. Akhirnya kita main aja di pantai.. dua ponakanku main air laut di situ… wah.. mereka tampak riang gembira mandi di pantai. Sementara ponakanku yang lain sibuk mencari kerang. Kakak dan bapak/ibu juga tampak menikmati pemandangan laut yang mempesona yang mana sangat jarang bisa menikmati karena kesibukan masing-masing.

Sebelum ponakanku mandi kakakku mencoba membantu melepas baju luar ponakanku. Ternyata ada uang 20 ribuan di saku pemberian dari mbah buyut. Lalu kakakku mengamankan uang tersebut di sepatu sandal milik kakakku. Dan si kecil ponakanku pun terus mandi….

Singkat cerita setelah semuanya puas dengan kegiatan masing-masing kami pun pulang.. Ibuku membawakan sandal yang ada uangnya tersebut tanpa tahu kalau disitu ada uang 20 ribuan. Dan uang itu pun terjatuh.. Setelah kami naik dan menunaikan sholat Asar barulah kakakku yang menyimpan uang tadi bertanya. “Uang 20 ribuannya ada nggak di sandal? Tadi aku naruh di situ.” Lalu dilihatlah sandal itu dan memang uang itu sudah tidak ada. Ya.. memang salah kakakku juga naruh uang sembarangan, sehingga uang itu hilang.

“Coba deh aku telusuri lagi”, kataku. Aku pun menyusuri jalan yang kami lewati tadi. Sebenarnya dalam hati aku sudah pesimis kalau uang itu masih ada. Tapi nggak ada salahnya mencoba.. Di luar dugaan datang dua perempuan kecil berkerudung kira-kira umur 9 tahun.. lalu salah satu dari mereka sambil menunjukkan uang 20 ribuan lalu bilang “Pak lagi nyari uang 20 ribuan ya pa?… ni pa..” Lantas aku menyauti.. “O ya de. Terimaksih ya..” Mereka pun beranjak tanpa mengharapkan sesuatu pun atas jasanya menemukan uang.. Lalu kupanggil mereka “ De.. nih buat beli jajan”. Aku beri mereka uang sepantasnya.

Subhanalloh di zaman seperti ini ternyata masih ada orang yang jujur, tidak mudah tergoda kepada barang atau sesuatu yang bukan miliknya, bukan haknya, ikhlas dan berbuat tanpa pamrih..Coba kita bayangkan ketika kita berada di tempat umum, lalu uang kita jatuh.. Biasanya harapan menemukan kembali sangatlah tipis. Yang lebih membuat hatiku bergetar mereka adalah anak-anak kecil. Tapi akhlaknya … subhanalloh. Alloh SWT telah menunjukkan kepadaku sebuah kenyataan yang mencengangkan…Aku berpikir pasti orang tuanya telah menanamkan pendidikan akhlak yang kuat kepada kedua perempuan kecil itu..Karena akhlak anak menjadi sedemikian mulianya tidak mungkin hasil bersantai ria, orang tuanya pasti telah menggembleng mereka dengan susah payah dan sabar.

Mengalami kejadian itu aku teringat si kecil anakku yang berumur 2,5 tahun.. (kebetulan anak dan istriku tidak ikut pulang kampung karena istri sedang hamil 5 bulan). Aku bertekad akan aku didik anak-anakku agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Karena anak adalah amanah dari Alloh yang harus kita jaga dan kita didik dengan baik. Mudah-mudahan kita dikaruniai anak yang sholeh-sholehah dan berakhlakul karimah yang selalu senantiasa berdoa dan memohonkan ampun untuk kita orang tuanya……..

“ Robbanaa hablanaa min azwajina.. wadzurriyatinaa qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imamaa.

Ya Robb berilah kami istri dan keturunan yang menyejukkan mata dan jadikanlah orang-orang yang bertaqwa sebagi pemimpin kami.

)I( )I( )I(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s