Taubat

T A U B A T

Bertaubat untuk memperoleh ampunan Alloh SWT

Bertaubat untuk memperoleh ampunan Alloh SWT

Setiap manusia yang hidup di dunia, pasti punya salah, punya riwayat yang suram ataupun masa lalu yang kelam. Besar ataupun kecil , banyak atau sedikit, pasti kita pernah melakukan dosa. Padahal Alloh SWT berfirman dalam QS Adz Dzariyat : 56 yang artinya “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu”. Tetapi manusia memang tempatnya salah dan lupa. Tiada manusia yang sempurna, kecuali Nabi Muhammad SAW yang ma’shum yang selalu dijaga oleh Alloh dari perbuatan dosa. Lantas apa yang harus kita lakukan agar dosa-dosa masa lalu kita mendapat ampunan dari Alloh SWT?

Dalam Al Quran Surat Ali Imron ayat 135 Alloh SWT berfirman:

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Dalam ayat tersebut Alloh SWT menerangkan salah satu ciri orang yang bertakwa yaitu apabila mengerjakan perbuatan keji,ia bersegera memohon ampun kepada Alloh SWT karena Alloh adalah Tuhan yang Maha Pengampun yang akan mengampuni hambaNya yang berbuat dosa.Taubat yang harus kita lakukan adalah Taubatan nashuha yaitu taubat sebenar-benar taubat.

Janganlah kita menunda-nunda untuk bertaubat karena mentang-mentang masih muda sebab kita tidak tahu umur manusia sampai kapan. Allohlah pemilik jiwa ini, Allohlah pemilik nyawa ini, jika Ia menghendaki mengambil milikNya tidak ada yang bisa menghalangi. Jika Alloh SWT telah menentukan ajal kita, tidak ada satu makhluk pun yang bisa menghalanginya, dan kitapun tak bisa lari darinya sebagaimana firman Alloh SWT:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al Jum’ah : 8 )

Alloh SWT juga tidak akan menerima taubat seorang hamba yang dilakukan ketika ajal tiba sebagaimana kisah Fir’aun yang baru taubat ketika ditenggelamkan oleh Alloh SWT. Kita bisa baca dalam Al Quran bagaimana Fir’aun baru beriman kepada Alloh SWT ketika nafas sudah di tenggorokan dengan berucap “Saya beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun”. Tapi beriman di waktu itu telah terlambat. Oleh karena itu bertaubatlah sebelum ajal tiba. Dalam Al Quran surat An Nisa : 18 Alloh SWT berfirman :

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih

Setidaknya ada dua syarat dalam bertaubat :

1. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan

2. Tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu

Orang yang bertaubat harus menyesali pebuatan dosanya. Menyesal dengan sepenuh hati dan dengan sesadar-sadarnya bahwa ia telah khilaf. Bahwa ia telah berbuat durhaka kepada Alloh SWT, Sang Pencipta dan Penguasa jiwa raga serta jagat raya ini. Bahwa ia telah berlaku aniaya terhadap diri sendiri. Karena sadar bahwa ia telah berbuat dosa lalu beristighfar untuk memohon ampun kepada Alloh SWT atas perbuatan dosa yang telah ia lakukan. Berharap dengan sepenuh hati kepada Alloh SWT agar Alloh SWT mengampuninya, sebagaimana doa Nabi Adam ‘alaihissalam setelah keluar dari syurga

“Robbana dzolamnaa anfusanaa wa inlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunannaa minal khoosiriin” (Ya Tuhan kami, kami telah berbuat dzolim terhadap diri kami, jika engkau tidak mengampuni kami, maka kami termasuk golongan orang-orang yang merugi)

Nabi Adam ‘alaihissalam diusir oleh Alloh SWT dari syurga karena memakan buah khuldi yang ada di syurga. Walaupun kesalahan Nabi Adam hanya memakan buah khuldi, ia diusir oleh Alloh SWT karena derajat beliau yang tinggi di syurga. Nabi Adam pun sangat menyesal karena tegoda bujuk rayu syaitan ditambah dengan bujukan istrinya Hawa. Dalam riwayat Nabi Adam baru diampuni setelah memohon ampun dan berdoa selama 40 tahun. Bandingkan kita yang berbuat dosa jauh lebih besar dari pada Nabi Adam. Seharusnya kita lebih menyesal dalam bertaubat agar dosa-dosa kita diampuni oleh Alloh SWT.

Perlu kita ketahui bahwa taubat di sisi Alloh SWT hanyalah taubat bagi orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan sebagaimana firman Alloh SWT :

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS An Nisa :17)

Yang dimaksud kejahilan di sini adalah

1. Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu.

2. Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak.

3. Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.

Syarat yang kedua yaitu tidak mengulangi lagi perbuatan dosanya, berusaha sekuat tenaga agar tidak tergelincir lagi dalam kubangan dosa. Bukan seperti yang sering kita dengar dengan istilah “tobat sambel”. “Ah kapok deh makan sambel, pokoknya ga lagi-lagi deh gua makan sambel, cukup sekali ini aja”. Namun seminggu kemudian lain ceritanya, ternyata ia kangen ama namanya sambel dan pingin makan sambel lagi. Bukan pula versi tobat yang lain yaitu “tomat” atau tobat kumat. Habis taubat kumat yaitu melakukan dosa lagi.

Nabi Muhammad SAW beristighfar sehari semalam sebanyak 70 kali. Beliau yang dijamin Alloh SWT masuk syurga saja terus beristighfar, terus memohon ampunan Alloh SWT. Malulah kita pada Rosululloh SAW, karena kita yang sering berbuat dosa namun masih bisa “cengar-cengir” di dunia ini.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah iringilah perbuatan-perbuatan buruk kita dengan perbuatan baik karena perbuatan baik akan menghapus (dosa) perbuatan yang buruk

Alloh SWT berfirman :

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. QS Hud : 114

Ikhwah fillah tidak ada waktu lagi buat kita untuk menunda taubat. Yakinlah Alloh SWT sangat senang jika ada hambaNya yang bertaubat. Semoga Alloh menerima taubat kita dan selalu memberi kekuatan agar kita tetap teguh meniti jalanNya.

Wallohu a’lam bishhowab

)I( )I( )I(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s