Apa gerangan doaku belum terkabul?

Apa gerangan doaku belum terkabul?

Seorang mu’min haruslah berdoa kepada Alloh SWT agar apa yang menjadi tujuannya dapat tercapai karena doa adalah senjata baginya. Orang bisa dikatakan paling sombong jika ia tidak mau berdoa kepada Alloh SWT. Seorang mu’min yang tidak mau berdoa kepada Alloh SWT berarti ia merasa tidak membutuhkan Alloh. Padahal dalam AlQuran surat Al Ikhlash ayat 2 Alloh SWT berfirman : “Alloh adalah tempat bergantung kepadaNya segala sesuatu”. Tidak ada makhluk yang tidak memerlukan Alloh SWT.

Namun, tidak sedikit diantara orang yang telah berdoa, doanya belum terkabul. Ada apa ini? Apakah Alloh SWT tidak mendengar doa kita. Astaghfirulloh.. Sungguh jika kita telah berprasangka demikian kepada Alloh, maka kita termasuk golongan orang yang berdosa besar sebab Alloh SWT adalah Maha Mendengar. Dia mempunyai nama Assami’ (Yang Maha Mendengar). Tidak mungkin Alloh SWT tidak mendengar doa kita.

Ada beberapa hal yang perlu kita cermati, mengapa doa kita belum di ijabah oleh Alloh SWT :

1. Syarat-syarat agar doa terkabul belum terpenuhi

Dalam AlQuran surat Al Baqoroh ayat 186, Aloh SWT berfiman :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Bisa jadi doa kita belum terkabul karena kita belum sepenuhnya memenuhi segala perintah Alloh dan belum beriman dengan benar.

2. Belum bertaubat secara total (taubatannashuha)

Betaubat secara total di dalamnya termasuk menghindari barang-barang yang haram. Meskipun kita hidup sederhana,pakaian kita sederhana, makan apa adanya, tapi ada barang2 haram yang masih melekat pada kita,maka yakinlah itu penyebab doa tidak dikabul meskipun kita berdoa sampai mulut berbusa sekalipun.

Dalam hadits arba’in karangan Imam Nawawi rohimakululloh, ada sebuah hadits  yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairoh r.a. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Alloh itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan Alloh memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rosul. Alloh SWT berfirman “Hai para Rosul, makanlah segala sesuatu yang baik dan lakukanlah pekerjaaan yang baik. “Dia juga befirman : “Hai orang-orang yang berfirman, makanlah apa-apa yang baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu’. Kemudian Rosululloh menceritakan perihal orang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan penuh debu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit sembari berkata, Wahai Tuhan, Wahai Tuhan, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin permohonannya dikabulkan?”

3. Alloh melambatkan terkabulnya doa untuk kebaikan si pendoa.

Adakalanya jika seseorang dikabulkan doanya dengan segera, mungkin dia akan lupa diri sehingga Alloh menunda terkabulnya doa. Tidak sedikit orang yang di kala miskin ia takwa kepada Alloh namun setelah kaya ia lupa Alloh seperti kisah sahabat Nabi yang bernama Tsa’labah. Bagaimana ia ketika masih miskin selalu sholat tepat waktu kemudian ketika menjadi kaya ibadahnya menurun.Ataupun kita berkaca pada kisah Qorun, bagaimana Qorun mendurhakai Alloh karena mempunyai kekayaan berlebih yang sampai kuncinya saja dibawa menggunakan onta. Ia melupakan Alloh dan menganggap bahwa harta yang diperolehnya adalah hasil keringatnya sendiri. Tidak ada campur tangan Alloh didalamnya. Na’udzubillahhimindzalik

Hikmah yang dapat kita petik dari tertundanya doa kita dikabul oleh Alloh SWT yaitu kita merasa betapa pentingnya Allloh SWT. Dengan belum dikabulkannya doa, kita akan lebih bersungguh2 memohon kepada Alloh SWT.  Berusaha dan terus berikhtiar pasti akan terus dilakukan untuk menunjang agar dikabulkannya doa kita.

Emang sudah berapa lama sih kita berdoa? Kita bisa menyimak kisah Nabi Musa a.s.  yang  berdoa kepada Alloh SWT agar Fir’aun dibinasakan oleh Alloh SWT. Namun tidak serta-merta doa itu dikabulkan oleh Alloh, padahal ia adalah seorang Rosul, seorang yang menjadi pilihan Alloh, yang berjuang di jalan Alloh tanpa mengharapkan apapun selain ridhoNya  sebagaimana dikisahkan dalam Surat Yunus ayat 87-89:

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.” QS Yunus:87

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami – akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.”QS Yunus : 88

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” QS Yunus : 89

Para mufassir mengatakan waktu antara doa yang dipanjatkan Nabi Musa a.s. pada ayat 88 sampai dengan dikabulkan oleh Alloh SWT pada ayat 99 adalah selama 40 tahun. Ini bukan berarti bahwa Nabi Musa setelah berdoa lalu duduk termenung menunggu, tentu tidak. Ia tidak henti-hentinya berdakwah menyeru kepada manusia ke jalan yang benar  yaitu jalan Alloh SWT.

Ikhwah fillah.. jangan pernah kita ber suudzon kepada Alloh SWT jika doa kita belum terkabul. Coba kita lihat lagi diri kita dan instropeksi diri, mungkin ada hal-hal yang tanpa kita sadari menjadi sebab doa tidak terkabul. Jangan pernah putus asa dalam berdoa dan teruslah berikhtiar. Insya Alloh, Alloh akan melihat usaha kita, kesungguhan kita dan akhirnya Alloh akan  memperkenankan doa kita. Amien..

Wallohu a’lam bishshowab

)I( )I( )I(

2 responses to “Apa gerangan doaku belum terkabul?

  1. “ud’ûnî astajiblakum…”
    Alhamdulillâh, akhirnya antum nulis lagi.
    Bârakallâhu fîk!

  2. Alhamdulillah akh. Di tengah kesibukan kuluangkan waktu tuk nulis..
    Semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s