Apa yang sudah kita persembahkan untuk ibu kita?

Apa yang sudah kita persembahkan untuk ibu kita?

Sesungguhnya kedudukan seorang ibu dalam Islam sangatlah mulia. Meskipun peran yang dimainkan tidak banyak kelihatan sebagaimana kaum bapak, namun peran ini sangat menentukan. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu menanamkan pondasi awal pembentukan watak dan tingkah laku kehidupan seorang manusia.

Kini ibu kita sudah semakin tua. Waktu kecil kita lihat ibu kita masih segar bugar. Sekarang seiring dengan bertambahnya usia, wajah yang dulu cantik, kini kecantikan telah pudar, kulit pun mulai mengeriput, panca indra sudah mulai berkurang kemampuannya. Kondisi fisik secara umum juga semakin lemah. Dia yang dengan susah payah membesarkan anak-anaknya. Kini ia hanya tinggal berdua bersama ayah kita. Anak-anaknya telah berkelana untuk berjuang dengan kehidupan ini. Namun ia ikhlas tanpa meminta balas.

Ingatlah bagaimana ibu melahirkan kita, dengan taruhan nyawa, mengalami sakit yang luar biasa. Sungguh sakit yang tidak dapat kita bayangkan. Namun semua sakit itu hilang setelah melihat anaknya dilahirkan dengan selamat. Subhanalloh.. Pantaslah Rosululloh SAW pernah bersabda “ Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” Karena betapa besar pengobanan seorang ibu untuk anaknya.

Ingatlah sejenak bagaimana ibu kita dulu mengasuh kita, mencurahkan kasih sayang kepada kita ketika kita masih bayi. Berapa sering ibu bangun tengah malam untuk menyusui atau mengganti popok kita, anaknya. Dengan keikhlasan ia melakukan semuanya. Tidak pernah mengeluh, ia korbankan waktu dan tenaga agar kita tetap aman, kita tetap nyaman bahkan tak rela ada seekor nyamuk menggigit..

Lalu, apa yang harus kita lakukan terhadap ibu kita yang kini tidak muda lagi, keadaannya lemah? Terlebih lagi mungkin ia tidak ada di samping kita. Kita dapat melihat tuntunan yang ada dalam Al Quran Surat Al Isro(17): 23 Alloh SWT berfirman:

“Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”

Hal-hal yang dapat kita lakukan berdasar ayat di atas adalah :

1. Berbuat baik / berbakti kepada ibu bapak kita

Sungguh sangat celaka, jika anak tidak menghormati kedua orang tua. Ini adalah anak yang tidak tahu terima kasih. Dan jika anak sampai tidak hormat pada kedua orang tua azab yang diberikan langsung bisa dirasakan di dunia. Sudah banyak kisah bagaimana nasib seorang anak yang durhaka pada orang tua terutama ibunya seperti legenda maling kundang yang sangat terkenal. Ada kisah nyata yang terjadi jaman Nabi Muhammad SAW yaitu kisah AlQomah. AlQomah adalah sahabat Nabi yang sholeh, rajin sholat dan terkenal baik. Namun ketika ajal tiba ia mengalami kesulitan sakaratul maut sampai berhari-hari. Akhirnya sahabat menyampaikan hal ini pada Rosululloh SAW. Lalu Rosululloh menyuruh sahabat yang lain agar memanggil ibu Al Qomah. Ternyata ibu AlQomah hidup menyendiri, ia diusir oleh AlQomah karena ia lebih cinta kepada istrinya. Setelah sahabat bertemu dengan ibu Al Qomah, ibu Alqomah sudah tidak menganggap AlQomah sebagi anaknya sehingga a tidak bisa datang. Lalu sahabat menceritakan kejadian ini kepada Rosululloh SAW. Lalu Rosululloh SAW menyuruh sahabat untuk menemui ibu AlQomah lagi dengan mengatakan jika ia tidak datang maka jasad Alqomah akan dibakar agar cepat melewati sakaratul maut. Akhirnya ibu AlQomah memaafkan anaknya dan AlQomah pun akhirnya bisa melewati sakaratul maut.

Sungguh pelajaran yang sangat berharga dapat dipetik dari kisah tersebut bagaimana seorang yag alim, namun ia pernah berbuat kesalahan terhadap orang tua walaupun kecil namun orang tua tidak ridho maka bersiaplah untuk menerima azab dari Alloh SWT.

2. Janganlah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan apalagi sampai membentak, sebaliknya ucapkanlah perkataan yang mulia.

Rosululloh dan sahabat sangat memuliakan orang tua yang sudah usia lanjut meskipun ia bukan ibu kandungnya sendiri. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khotob RA yang ketika muda terkenal garang, berjumpa dengan seorang wanita. Wanita tua itu memohon Umar untuk berhenti. Umar tidak hanya berhenti bahkan Ia menghampiri wanita tua itu. Ia mendekat dan mendengarkan dengan seksama. Kemudian ada yang bertanya kepada Umar: “ Wahai Amirul Mu’minin. Engkau menahaan perjalanan para pemuka Quraisy demi wanita tua itu?

Umar berkata : “ Celakalah engaku, dia wanita yang di dengar pengaduannya oleh Alloh SWTdari atas langit yang tujuh. Demi Alloh, seandainya ia tidak pergi dariku hingga malam, akupun tidak pergi darinya.”

Demikianlah betapa hormatnya Rosululloh SAW dan sahabat terhadap wanita tua walaupun dia bukan ibu kandungnya sendiri, lantas bagaimana terhadap ibu kandung sendiri? Tentunya akan lebih hormat lagi.

Rosululloh SAW pernah bersabda ketika ada sahabat yang bertanya siapa yang wajib dihormati. Rosul pun menjawab : ‘ibumu.. ibumu..ibumu.. kemudian ayahmu kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu. (HR Mutaffaq ‘alaih)

Bagi kita yang jauh dari orang tua, sering-seringlah menghubungi mereka. Apalagi jaman sekarang, bicara melalui selular tidaklah mahal. Tidaklah sulit untuk menghubungi bapak/ibu kita. Ia sangat senang ketika anaknya member perhatian sekecil apapun. Dan kalau orang tua sudah senang maka, ia akan senantiasa berdoa untuk keberhasilan kita. Dan doa orang tua sangat manjur karena ridho Alloh tergantung ridho ibu bapak, dan murka Alloh juga tergantung pada murka ibu/bapak.

Dan jangan lupa untu ksenantiasa berdoa kepada ibu bapak agar Alloh mengampuni dosa mereka dengan doa yang cukup masyur “Robbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayanii shoghiroo” ( Ya tuhan kami, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagamana menyayangi di waktu aku masih kecil)

Semoga kita tergolong hamba Alloh yang berbakti kepada ibu/bapak kita. Amien.

)I( )I( )I(

3 responses to “Apa yang sudah kita persembahkan untuk ibu kita?

  1. Ya Robbi.. bahagiakanlah kedua orang tuaku di masa tuanya..

  2. Ikhwan yang dirindui Rasulullah, cintanya kepd Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada anak dan ibu-bapaknya

    Aris menjawab :
    Betul akhi.. memang selayaknya kita menempatkan Alloh dan RosulNya diatas segalanya..
    Tapi akhi… orang tua juga wajib kita hormati.. sebagaimana Alloh memberikan petunjuk kepada kita tentang itu dalam AlQuran…

  3. Ya Alloh,trmksh tlh kau brkan ibu kpd km. .bhgiakanlah,sayangilah..,mereka tmptkan dlm sisi-Mu yg trbæk. .n mari Qt doain jg yar Qt bs mmbhgiakan mereka didunia dan akherat.amin. .waslm trmkh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s