The Amazing Birth Process

The Amazing Birth Process

 

Anugerah dari Alloh SWT

Anugerah terindah dari Alloh SWT

 

Subhanalloh… hanya ucapan syukur yang bisa terucap setelah melihat kejadian yang begitu nyata dan begitu menakjubkan. Kejadian yang sungguh di luar kekuasaan manusia sangat nyata di depan mata ketika ku menemani istriku yang akan melahirkan anak kedua belum lama ini. Dan sungguh…Allohlah yang mengatur segalanya. .

Menurut dokter Hari Perkiraan Lahir (HPL) istriku adalah tanggal 16 Februari 2009. Dokter bilang jika sampai dengan tanggal 23 belum lahir maka akan diambil tindakan (induksi). Tak kebayang kalau sampai induksi.. betapa lebih menderita istriku nanti karena melahirkan yang biasa saja sudah sakit tak terkira…

Namun setelah melewati tanggal 16 belum ada tanda2 istri akan melahirkan.. Kami pasrah kepada Alloh SWT. Kemudian tanggal 21 sore kami berkunjung ke dokter. Setelah dokter memeriksa, alhamdulillah ketuban masih cukup namun belum ada “pembukaan” sama sekali.. Kami pun terus berdoa kepada Alloh agar diberi jalan yang terbaik..

Subhanalloh…paginya, tanggal 22 Februari i istriku mulai mengalami kontraksi. Padahal pada hari-hari sebelumnya sama sekali tidak ada kontraksi tanda mau melahirkan. Pernah sih kontraksi, tapi sebentar saja, habis itu sudah ga lagi..Semakin lama kontraksi semakin sering dan semakin sakit.. Aku pun bilang ke istriku, “Mungkin sebenter lagi mau lahiran de..” Sore itu istriku bilang.. “Mas nanti habis isya ke rumah sakit yuk..” Iya de…. insya Alloh”, jawabku..

Pulang dari masjid, setelah sholat magrib, istriku bilang “ Mas ke rumah sakitnya sekarang aja yuk, aku sudah ga kuat nih”.

Akhirnya dengan mengendarai sepeda motor aku ke rumah sakit yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat tinggalku. Kebetulan waktu itu hujan turun cukup deras sehingga aku harus lebih hati-hati membawa istriku.

Sesampainya di rumah sakit istriku diterima oleh bidan. Setelah diperiksa, bidan bilang, baru bukaan dua. “Bu…, baru bukaan 2 (dua), paling lahiran besok pagi jam 3 atau 4-an”, kata bidan yang memeriksa istriku..

Trus aku bilang agar istriku dipindah ke tempat pasien agar bisa istirahat dulu. Namun ga tahu kenapa istriku di tempatkan di ruang persalinan. Kami berdua pun tidak protes yang penting bisa untuk istirahat sambil menunggu waktu persalinan.

Kemudian adik dan ibu istriku datang menyusul. Dan karena dibilang oleh bidanlahiran masih lama maka ibu mertua bilang ke aku agar makan dulu karena aku belum sempat makan malam di rumah.

Setelah makan malam, aku melihat keadaan istriku… Ternyata kelihatan tertidur. Aku pun tak membangunkannya biar dia bisa istirahat..

Dan terdengarlah adzan isya. Aku pun bergegas untuk sholat isya di musholla penduduk agar bisa berjamaah.. Setelah selesai sholat isya, ketika aku berdoa hape yang ku bawa berdering. Aku punlangsung angkat, ternyata yang nelpon adalah adik istriku.. Aku pun tak begitu jelas mendengar apa yang dikatakan tapi ku bisa menangkap pembicaraan bahwa istriku mau melahirkan..

Aku pun bergegas menuju rumah sakit.. Dalam bayanganku istriku lagi kesakitan karena akan mengeluarkan bayi.. Dalam waktu satu menit aku pun sampai di tempat persalinan. Namun apa yang kusaksikan.. subhanalloh anak kedua ku telah lahir. Tangisnya memecah kesunyian. Alhamdulillah…. begitu mudah proses kelahiran anak keduaku ini. Dari bukaan 2, tiba-tiba langsung bukaan 10 dalam waktu yang sangat singkat..

Setelah jabang bayi dilap secukupnya dan diselimuti bedong. Aku pun lantunkan kalimat adzan untuk menanamkan jiwa Islam dalam dirinya.

Setelah proses persalinan selasai istriku dipindah ke ruang pasien. Di kamar pasien ada 3 tempat tidur, kebetulan di kamar itu ada 1 pasien selain istriku.., jadi masih ada sisa 1 tempat tidur yang kosong yang bisa digunakan untuk istirahat Aku pun bingung nanti yang ibu mertua atau adikku mau tidur dimana untuk menjaga istriku.. Tapi tak disangka pasien satunya malam itu juga, keluar dari rumah sakit, tak selang lama setelah istiku masuk kamar pasien. Akhirnya kami lebih leluasa di kamar tersebut untuk menjaga istriku..

Kamar pasien itu hanya diisi istriku hingga pada pagi hari dimana siangnya istriku akan pulang dari rumah sakit.. dan benar.. hari itu ada tambahan pasien 2 orang. Yang satu ibu yang baru melahirkan. Satu lagi ibu yang harus dirawat karena kandungannya bermasalah…

“Ya Alloh Engkau telah mengatur segalanya.. Alhamdulillah Ya Robb..”

Akhirnya siang itu kami pulang dari rumah sakit…

Ya Alloh sungguh aku yakin pada kejadian ini Engkau telah mengatur segalanya.. Engkau telah memudahkan proses persalinan istriku.. Sungguh kemudahan-kemudahan yang Engkau berikan membuatku tambah bersyukur.. Membuatku bertambah malu jika tidak bersyukur kepadaMu..

Kami ingat firmanMu ya Rabb…

Fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadzdzibaan

Ya Alloh.. sungguh ku tak sanggup mendustakan nikmatMu..

YA Alloh ampuni dosa hamba jika selama ini kami tidak pernah bersyukur terhadap nikmat yang Kau beri..

Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang sholeh dan sholehah.. Amien

)I( )I( )I(

5 responses to “The Amazing Birth Process

  1. Assalãmu`alaykum🙂
    turut bersukacita atas anugrah ini akh Aris… Afwan baru tau…
    Semoga menjadi anak2 yg sholeh & sholehah…
    Main akh, ke blog…:)
    Bãrakallãhu fïkum…

  2. Barokalloh Ya akhy
    semoga menjadi anak salih
    namanya siapa?

  3. Jazakalloh akh atas doanya. Namanya Muhammad Syamil Jatmiko

  4. Subhanallah,
    Selamat ya akhi. Semoga menjadi anak yang shalih yang berbakti kepada orang tua dan diberikan kecerdasan yang tinggi untuk menjayakan Islam.😀

  5. Jazakalooh akh… amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s