Sudahkah sifat lebah melekat dalam diri kita?

Sudahkah sifat lebah melekat dalam diri kita?

lebah

lebahsedang menghisap sari bunga

Lebah merupakan salah satu binatang yang istimewa karena menjadi nama sebuah surat dalam AlQuran (An Nahl). Kalau kita amati maka banyak sekali sifat-sifat istimewa yang bisa kita pelajari dari lebah diantaranya :

Lebah selalu makan yang baik-baik

Lebah hanya menghisap sari bunga. Sari bunga yang letaknya tersembunyi di dalam bunga sudah pasti adalah sari makanan yang baik dan menyehatkan. Tidak tercemar oleh debu atau sesuatu yang membahayakan lainnya. Dia juga hanya menghisap sari bunga tertentu saja, bukan sembarang bunga.. Walaupun mungkin lebih menarik, tapi tetap ia tidak tergoda. Walaupun letak bunga tinggi di puncak pohon yang berada di puncak bukit, lebah akan tetap menggapainya. Dia tidak mau enaknya saja dengan mengambil sari bunga yang yang menjadi makanannya, tapi dia juga memberi manfaat kepada bunga itu yaitu membantu proses penyerbukan agar pohon bisa berbuah.

Lebah memberi manfaat pada lingkungan sekitar

Semua tahu madu itu berasal dari mana. Madu dihasilkan oleh lebah. Dan madu merupakan salah satu minuman yang penuh gizi dan bisa dijadikan obat sebagaimana disebutkan dalam Al Quran. Manusia bisa mengambil manfaat dengan meminum madu tersebut. Kesehatan tubuh akan terjaga jika minum madu dengan teratur.

Jangan sekali-kali mengganggu lebah

Lebah tidak akan menggangu tidak akan menyengat klo tidak diganggu. Tapi jangan sekali-kali mengganggu lebah. Sekali kita mengusik lebah maka akan dikejar kemanapun kita lari bahkan kalau terjun ke air sekalipun akan di tungguin oleh lebah.

Lebah identik dengan diri seorang muslim

Seorang muslim hendaknya meneladani sifat lebah yaitu hanya memakan yang baik-baik dan halal (halalan thoyyiban). Syarat makanan yang baik adalah disamping baik/bergizi juga berasal dari sumber yang halal. Jauh lebih baik makan singkong tapi dari uang yang halal dari pada makan pizza tapi dari uang hasil mencuri.

Seorang muslim juga hendaknya meneladani sifat lebah yang kedua, yaitu harus bermanfat bagi manusia. Dalam sebuah hadist Rosululloh SAW bersabda :

“Khoirukum anfa’ahum linnas” Sebaik-baik kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Pantang bagi seorang muslim menjadi biang kerok suatu masalah. Malah ia seharusnya menjadi sumber solusi dari permasalahan yang ada.

Seorang muslim harus mengedepankan kasih sayang dalam menghadapi segala hal, tapi jika agamanya di olok-olok maka ia tidak akan tinggal diam, jiwa militannya akan tergugah. Ia akan bangkit untuk membela agamanya walaupun nyawa taruhannya. Sebagaimana saudara kita, para mujahidin di Gaza dan di belahan bumi lainnya yang maju ke medan perang untuk membela agamaNya. Kita di sini pun harus mencontoh mereka dengan berbuat yang kita bisa. Contohnya adalah jika ada berita yang memojokkan umat Islam, maka kita harus membela agama kita baik melalui media, demonstrasi atau bahkan bila perlu kita terjun ke medan jihad untuk berperang di jalanNya…

Wallohu a’lam bishshowab

)I( )I( )I(

4 responses to “Sudahkah sifat lebah melekat dalam diri kita?

  1. subhanalloh sangat puitis sekali kata-kata ini
    numpang sare nih

  2. teerima kasih, mudah-mudahan bermanfaat

  3. sangat bemamfaat

  4. Alhmd. Terima kasih sudah mampir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s