Persiapan Menghadapi Ramadhan

Persiapan Menghadapi Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Saudaraku seiman dan sekeyakinan tak terasa Ramadhan sudah semakin dekat dan kita akan segera melaksanakan berbagai macam ibadah terutama ibadah shoum. Di bulan Ramadhan kita akan dijamu oleh Alloh SWT dengan jamuan-jamuan istimewa. Tidak ada batasan mau makan seberapa banyak jamuan Alloh di bulan suci ini.Malah lebih banyak lebih baik.

Saudaraku, sholat sunnah, berdzikir, qiyamullail, tilawah quran adalah jamuan-jamuan  Alloh yang bisa kita nikmati. Janganlah sampai kita sisakan jamuan-jamuan tersebut atau cuma sekedar mencicipi saja karena sangat rugi jika kita keluar Ramadhan ternyata hanya sedikit jamuan Alloh yang kita santap. Untuk itu diperlukan persiapan prima agar bulan yang penuh berkah ini benar-benar bisa dioptimalkan untuk beribadah.

berikut persiapan-persiapan yang bisa kita lakukan :

1. Persiapan Mental

Persiapan mental untuk puasa dan ibadah lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarhga yang ingin berbelanja menyiapkan hari raya, pulang kmpung dll, sangat mempengaruhi ummat islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah di bulan Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya.  Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqorrub yang lainnya, maka insya Allah ia termasuk yang sukses melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

2. Persiapan ruhiyah (spiritual)

Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al Quran, saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam persiapan ruhiyah ini Rasulullah mencontohkan dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

3. Persiapan fikriyah

Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilkan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

4. Persiapan fisik dan materi

Seorang muslim tidak akan mampu berbuat maksima dalm berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah SAW mencontohkan kepada umat agar selama berpuasatetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini.

–  Menyikat gigi dengan siwak (HR Bukhori dan Abu Daud)

–  Berobat seperti dengan berbekam ( Al Hijamah) seperti yang diriwayatkan oleh Bukhori dan muslim

–  Memperhatikan penampilan, seperti telah diwasiatkan Rasulullah SAW kepada sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud RA    agar memulai berpuasa dengan penampilan yang baik dan tidak dengan wajah yang cemberut.

Sarana penunjang yang lain yang perlu dipersiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.

Semoga di bulan Ramadhan ini kita dapat beribadah dengan sebaik-baiknya dan keluar Ramadhan menjadi insan yang bertaqwa yang menjadi goal dalam berpuasa sebagaimana disebutkan dalam AlQuran surat Al BAqoroh ayat 183. Amien..

)I(   )I(   )I(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s