Antusiasme malam pertama Ramadhan

Antusiasme malam pertama Ramadhan


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Aku sengaja pulangnya “teng go” karena nanti malam adalah malam pertama Ramadhan. Aku berencana sholat tarawih di masjid dekat rumahku. Setelah kuambil motor di parkiran segera aku keluar agar bisa lebih cepat sampai di rumah. Begitu lihat di halaman kantor, ternyata  antrian mobil sudah sampai ke jalan di area kantor. Dan memang jalan Gatot Subroto sore itu sangat padat. Alhamdulillah jalur pulang yang biasa aku tempuh menuju jalan utama bisa melewati komplek Widya Chandra sehingga bisa menghindari kemacetan.

Begitu memasuki jalan Tendean kendaraan sudah mulai merayap, kemudian sampai di Jalan Gatot Subroto arah Cawang lebih padat lagi, padahal kalau padat merayap itu biasanya kalau ada rombongan presiden lewat atau  baru saja ada hujan.

Ya semuanya mungkin berpikiran sama dengan aku ingin segera pulang dan tarawih di rumah. Karena antusiasme itulah jalan yang biasa kulewati terasa sangat sempit karena saking banyaknya kendaraan di jalan, dan adzan magrib pun berkumandang ketika baru sampai cawang. Kulanjutkan perjalanan lalu mampir di masjid Asy Syakirin, di pinggir jalan Kalimalang untuk sholat Maghrib. Ternyata sholat berjamaah telah usai sehingga aku dapat kloter ke-2.

Aku bergegas melanjutkan perjalanan setelah sholat Magrib. Semoga masih ada harapan, aku dapat sholat tarawih di masjid dekat  rumah. Ya Alloh, ternyata terjadi stuck di lampu merah pondok kelapa. Kendaraan nyaris tak bergerak.” Wah kalau begini tipis harapan bisa sampai di rumah pas waktu isya”. Dan adzan Isya pun berkumandang ketika aku sampai di Masjid Al-Azhar Jaka Permai. Dan kuputuskan untuk sholat tarawih di sana.

Subhanalloh, telah berkumpul para jama’ah di sana untuk mengikuti sholat tarawih malam pertama Ramadhan tahun ini. Antusiasme umat Islam di awal Ramadhan ini sangat menngembirakan dan harus dipertahankan hingga akhir Ramadhan nanti

Aku ikhlas tidak bisa sholat tarawih di rumah dan subhanalloh di Masjid Al-Azhar aku merasa tarawihnya lebih khusyu’ karena dipimpin oleh Al Hafidz sehingga bisa menikmati bacaan AlQuran imam karena biasanya di masjid dekat rumahku kalau sholat tarawih seolah-olah berlomba-lomba untuk mempercepat bacaan AlQuran-nya. Klo dah demikian sholat bukannya khusyu’ tapi malah buru-buru. Ceramah Ramadhan juga di isi oleh Ustadz yang cukup bagus sehingga membuat jama’ah bersemangat dalam menjalankan agama ini.

Mudah-mudahan kita tetap istiqomah dalam menikmati hidangan-hidangan di bulan suci ini.

Catatan :

“teng go” = pulang tepat waktu, diibaratkan seperti bel sekolah, ketika bel pulang berbunyi maka para siswa langsung pulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s