Apakah Indonesia sedang mencicipi azab Allah?

Fenomena yang terjadi di  Indonesia akhir-akhir ini makin tidak menentu.  Semua kejadian seolah susul menyusul. Amblesnya jalan sepanjang 100 m di Jakarta Utara, perampokan bank dengan senjata modern dan  tawuran antar suku yang semuanya mengarah pada kerusakan dan perpecahan. Tragedi lainnya adalah mulai beraninya “rakyat sipil” menggrebek polsek di Sumatra Utara, pertunjukkan sadis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan terakhir (red-hingga tulisan ini diterbitkan, semoga tak ada lagi) tabrakan kereta api yang menewaskan 36 penumpang. Semua kejadian ini berselang sangat singkat antara satu dengan lainnya.

Apakah ini semata-mata fenomena belaka?  Atau  Allah SWT sudah mulai “gregetan” melihat kelakuan sebagian orang Indonesia yang tidak mengindahkan aturan-aturan yang telah Ia ciptakan?

Dalam QS Al An’am  ayat 65 Allah SWT berfirman “

Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).”

Dalam ayat tersebut Allah SWT bukan sekedar memperingatkan manusia akan adanya bahaya tapi lebih dari itu Allah SWT menggunakan kata “mengirimkan azab” yang berarti Allah SWT langsung menimpakan siksa kepada manusia.

Berdasar ayat tersebut ada 3 azab yang Allah timpakan kepada manusia :

  1. Azab dari atas

Azab ini bisa berarti turunnya hujan deras atau seperti  adanya halilintar yang menghanguskan kaum Nabi Luth, bocornya ozon dan krisis udara bersih.

  2.    Azab dari bawah

Azab ini bisa berarti adanya bencana banjir, gunung meletus yang , susahnya memperoleh air bersih dan lain sebagainya

      3.  Mencampurkan kamu dengan golongan-golongan (yang saling bertentangan)

Kita dibiarkan berbaur namun di sekeliling kita banyak orang-orang yang saling bermusuhan.  Sudah tidak lagi kebersamaan. Yang dikedepankan adalah nilai-nilai keduniaan semata.

Namun Allah SWT  di akhir ayat tersebut memberikan penjelasan kenapa Ia menurunkan azab yaitu agar manusia sada dan paham dan kembali ke jalanNya. Ini menunjukkan Allah sangat sayang pada hambaNya.

Kerusakan-kerusakan yang ada di muka bumi ini adalah buah dari ulah tangan manusia. Lihatlah banjir yang sudah jadi langganan masyarakat Jakarta ini. Jika diurai penyebabnya adalah kurangnya resapan air.  Mengapa ? karena pembangunan gedung yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan. Lihatlah yang dulunya adalah rawa-rawa, sawah-sawah bahkan sungai pun yang semunya merupakan resapan air  kini telah berdiri di atasnya bangunan.  Nah ketika yang punya tempat  datang (air), maka, wajarlah kalau terjadi banjir karena sudah tidak ada celah untuk meresap. Faktor lain adalah penggundulan hutan yang menyebabkan penahan air menjadi berkurang bahkan hilang.  Contoh kerusakan alam yang lain mungkin masih sangat banyak.

 Sehingga benarlah firman Allah SWT :

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar Ruum (40): 41)

Dalam sebuah perjalanan Rasulullah SAW pernah berdoa cukup lama. Setelah selesai sahabat pun bertanya tentang yang baru beliau lakukan. Kemudian beliau menjawab “Aku berdoa 3 hal, 2 hal dikabulkan dan 1 hal ditolak. Yang pertama aku berdoa : Ya Allah jangan engkau binasakan umatku dengan paceklik lalu  Allah mengabulkannya, kemudian aku berdoa :Ya Allah jangan binasakan umatku dengan banjir lalu Allah perkenankan. Dan terakhir aku berdoa : Ya Allah, jangan binasakan umatku  karena saling bermusuhan, tapi Allah tidak memperkenankan.

Kenapa Allah SWT tidak memperkenankan doa yang ketiga ini? Ini memberi petunjuk kepada kita bahwa agar kita kreatif dalam menghadapi persoalan yang ini. Agar kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempererat ukhuwwah islamiyah.

Sebenarnya Allah SWT ketika menyaksikan banyaknya orang yang bermaksiat maka ingin segera Dia menurunkan azab. Namun, ketika melihat ada hambaNya yang sujud bersimpuh di malam hari seraya memohon ampunan dengan penuh harap maka Dia tidak jadi menurunkan azab.

Masuk bagian mana diri kita? Penyebab murka Allah atau peredam murka Allah? Semoga kita menjadi golongan yang kedua. Amien.

Wallohu a’lam bishshowab

 

 

4 responses to “Apakah Indonesia sedang mencicipi azab Allah?

  1. ALLAH SWT itu maha memahami, maha mengerti, maha segalannya. Allah Swt menurunkan azab, hukuman, dan bencana semua itu, ada tujuannya. Semua itu hanya untuk memberikan pengertian pada umat manusia yang ada di duania ini. Karena Allah Swt sangat menyayangi umat”nya. Sayang sekali. Hanya saja, manusia terkadang masih belum paham akan hal itu, masih kurang bersyukur dan ingat kepada Allah Swt yang sangat menyayanginnya. Hannya itu yang bisa menghalau azab Allah Swt datang menimpa kita……
    Tx
    cuma ini komen ku.

  2. Betul mbak memey. semoga saja fenomena2 yang terjadi saat ini adalah ujian agar manusia2 di negeri ini atau bahkan di penjuru bumi manapun sadar dan berusaha kembali kepada Allah… Terima kasih kunjungannya mbak memey

  3. sip lah

  4. sip apanya nih.. mas Tohari, he2.. mudah-mudahan sipnya adalah kita harus instropeksi diri sehingga kita bisa berbuat sesuatu yang bisa meredam murka Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s