Menunggu…

Siapa diantara pembaca yang belum pernah menunggu hayo….? Diantara kita bisa dipastikan pernah mengalami aktivitas “menunggu”. Bagaimana perasaan kita jika harus menunggu? Bosan, bete, dan macem-macem lah..

Beberapa waktu yang lalu aku dan beberapa teman kantor pergi ke instansi lain dalam rangka tugas. Di sana kami akan bertemu dengan rekan kerja dari kantor  lain. Jam pertemuan pun telah disepakati. Kami pun dari kantor bersiap menuju lokasi. Perjalanan cukup lancar sehingga beberapa saat kemudian kita telah sampai di tempat tujuan.

Sebenarnya agenda kami ke instansi tersebut ada dua. Yang pertama adalah menyerahkan berkas ke instansi tersebut. Dan yang kedua adalah bertemu dengan rekan kerja dari kantor lain dalam rangka penyelesaian pekerjaan. Setelah agenda pertama selesai. Kita pun menunggu rekan kerja tersebut. Satu menit, dua menit belum terlihat kedatangannya.

Menunggu… sungguh sangat membosankan. Berapa banyak waktu terbuang hanya untuk menunggu. Berapa karya yang dapat kita buat dengan memanfaatkan waktu untuk kegiatan  lain dari pada harus menunggu.  Tapi memang sudah menjadi bagian tugas dari kami untuk bertemu di tempat tersebut. Jadi mau tidak mau kami pun harus menunggu…

Menunggu… seolah-olah waktu berputar lambat sekali. Semenit terasa sejam, sejam mungkin bisa terasa sehari. Lain klo kita sibuk atau sedang berada di tengah kemacetan. Seolah2 waktu berjalan sangat cepat. Apakah memang waktu yang berjalan lambat atau perasaan kita yang gelisah yang membuat waktu terasa sangat lama. Ya, mungkin jawaban terakhir yang lebih tepat.

Lihatlah saat orang senang, asyik ngobrol karena bertemu teman lama atau ketika bertemu dengan sang kekasih. Mungkin sudah berjam-jam baru terasa beberapa menit. (Wah pengalaman nih….)

Alhamdulillah akhirnya yang ditunggu pun datang. Ia mohon maaf karena terkena macet di jalan sehingga perjalanan menjadi lama.

Ya, tak apalah beginilah Jakarta yang tiada hari tanpa kemacetan. Tapi whatever kondisinya kita nikmati saja. Menggerutu malah kita semakin tersiksa. Selalu berhusnudzon jika kita mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan. Ingat setiap ada perasaan negatif seperti cemas, gelisah, marah ini akan memicu asam lambung yang berlebih, asam lambung berlebih akan menyebabkan maag dan maag yang akut akan bisa menimbulkan penyakit lain yang lebih berbahaya. So, nikmati saja hidup ini

Mungkin rekan-rekan pembaca bisa berbagi tips yang bermanfaat ketika terpaksa harus menunggu dari pada bengong , ngelamun dan lain-lainnya. Silahkan di share di sini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s